DCSIMG

How To Be Happy

Panduan Sahur Bernutrisi untuk Si Kecil

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

Bagi anak-anak yang sudah mulai ikut berpuasa, makan sahur menjadi momen penting untuk memenuhi kebutuhan asupan harian mereka agar tetap berenergi saat beraktivitas. Ya, nutrisi lengkap sudah pasti menjadi syarat utama saat menyediakan asupan sahur bagi keluarga, bukan?

Setiap orangtua pasti ingin buah hati bisa belajar berpuasa Ramadan sejak dini. Meskipun belum diwajibkan, tidak ada salahnya kok mulai mengajak si kecil latihan berpuasa dan ikut menikmati euforia Ramadan yang hanya datang satu tahun sekali. Sudah menjadi kewajiban bagi orangtua untuk mendukung proses belajar puasa si kecil, salah satunya dengan memperhatikan asupan nutrisinya saat sahur. Mengutip dari tribunnews.com, dr. Vetria Sekar Damayanti, M.Sc., Sp.A. mengatakan bahwa saat sahur, orangtua harus menyediakan 40 persen kebutuhan energi anak.

Menu sahur bernutrisi adalah makanan yang mengandung semua komponen nutrisi seimbang yang cukup. Empat puluh persen kebutuhan energi tersebut bisa diperoleh dari dua sumber, yakni 30 persen dari makan besar dan 10 persen dari makanan ringan. Hidangkan makanan yang memiliki indeks glikemik rendah untuk menu santap sahur untuk meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh secara bertahap sehingga dapat bertahan lama.

Kamu bisa memilih nasi merah, sereal, anggur, pisang, jeruk, ubi jalar, kacang hijau, apel, dan susu. Namun, berhubung si kecil biasanya cenderung malas-malasan ketika sahur, kamu bisa menyediakan menu praktis tetapi tetap bisa memenuhi kebutuhan nutrisinya. Misalnya saja, jika si kecil terbiasa mengonsumsi sereal untuk sarapan, kamu bisa menghidangkan semangkuk sereal dengan susu dan potongan buah segar di atasnya.

Tambahkan potongan buah berwarna-warni atau berbentuk lucu agar si kecil bersemangat untuk menyantap hidangan sahur. Sedangkan untuk kebutuhan cairan, kamu bisa melengkapi menu sahur anak dengan segelas jus dan air putih. Tentu asupan cairan ini dikonsumsi secara bertahap agar anak tidak merasa perutnya terlalu penuh. Dengan menu sederhana itu pun kamu telah memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil akan karbohidrat, protein, lemak, dan serat yang cukup sebagai bekalnya beraktivitas. Namun selain memperhatikan asupan sahur, kamu pun tentu harus mengingatkan anak untuk menurunkan intensitasnya bermainnya agar ia tidak mudah lelah dan bisa terus ikut menjalani puasa Ramadan.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life