DCSIMG

How To Be Happy

Cegah Panik saat Menghitung Hari ke Pelaminan

Oleh BrighterLife.co.id

Menikah bukan perkara mudah. Tak hanya menyatukan dua pribadi, pernikahan di Indonesia adalah menyatukan dua keluarga besar yang berasal dari latar belakang berbeda. Karena itu, tidak heran kalau percikan-percikan emosi dan ketegangan kerap melanda pasangan yang tengah menghitung hari menuju pelaminan.

Untuk menuju langkah serius dan menjalani komitmen seumur hidup, tidak sedikit persiapan yang dilakukan oleh calon pengantin. Ada yang mempersiapkannya dalam hitungan bulan, ada juga yang mulai mempersiapkannya dalam hitungan tahun. Maklum, semua orang pasti punya impian tersendiri untuk peristiwa besar dalam hidupnya ini. Tak dipungkiri, mendekati hari H, ketika ketegangan melanda, tidak sedikit godaan yang menghampiri para calon pengantin, mulai dari keraguan melanjutkan langkah, mantan kekasih yang tiba-tiba datang, hingga pekerjaan kantor yang nyaris terbengkalai.

Karena itu, penting untuk meyakinkan diri sendiri, apakah sudah benar-benar yakin untuk menikah? Mintalah kepada pasangan untuk memantapkan diri dan menanyakan hal yang sama kepada dirinya sendiri. Anna Dauhan S.Psi., M.Sc., seorang psikolog sekaligus penulis Buku Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan, dalam lifestyle.kompas.com, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor penting yang harus dilakukan untuk memutuskan apakah kamu siap menuju ke jenjang berikutnya bersama pasangan, atau tidak.

Mengevaluasi diri adalah kunci untuk memantapkan langkah. Menurut Anna, evaluasi diri artinya kamu mencoba memahami diri sendiri sehingga dapat mengenal persepsi dan perasaan, serta tahu harapan terhadap sebuah hubungan. Nah, hal inilah yang sebaiknya selalu dikomunikasikan dengan pasangan. Setelah itu, lihatlah persamaan visi dan misi kehidupan bersama si dia ke depan. Apakah kamu memiliki tujuan dan harapan yang sama dalam membangun rumah tangga? Dalam fase ini, kamu juga bisa melihat latar belakang keluarganya. Apakah pasanganmu akan cocok dengan keluargamu, begitu juga sebaliknya. Dan, pasti, ketika kamu memutuskan untuk menikah, bahaslah secara lengkap tentang rencana kehidupan pada masa depan, mulai dari pembagian tugas di rumah, karier, masalah keuangan, hingga mungkin keberlangsungan studimu. Jangan menutup-nutupi apa yang seharusnya diungkapkan karena akan menjadi bom waktu yang mengancam masa depan hubunganmu.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life