DCSIMG

How To Be Happy

Adakah Umur Tepat bagi Anak untuk Memiliki Ponsel?

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

Atas alasan sayang, orangtua dapat dengan mudahnya memberikan ponsel kepada anak tanpa mempertimbangkan apakah si kecil sudah memerlukannya atau belum. Nah, sebenarnya pada umur berapa sih anak siap untuk memegang ponsel?

Saat ini, seolah lumrah melihat pemandangan anak-anak sibuk dengan ponsel masing-masing. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang sudah dibekali ponsel oleh orangtua saat berangkat ke sekolah. Jika kepemilikan ponsel diibaratkan seperti mengemudi kendaraan, tentu sebaiknya ada batas umur bagi seorang anak untuk memiliki ponsel, bukan?

Kepemilikan ponsel pada anak kerap dikaitkan dengan pengaruh negatif, seperti menurunnya fokus, timbulnya nyeri leher, hingga gangguan tidur, terlebih jika anak sudah kecanduan ponsel. Namun ternyata, di sisi lain, ponsel juga diperlukan untuk memperlancar komunikasi antara anak dan orangtua. Inilah yang akhirnya menjadi dilema orangtua masa kini.

Sebuah perusahaan riset Influence Central menyatakan bahwa saat ini, di Amerika, rata-rata seorang anak baru memiliki ponsel pada umur 10 tahun, bahkan ada orangtua yang memberikan ponsel kepada anak sejak ia berumur 7 tahun. Tren pemberian ponsel kepada anak ini ternyata kian menurun umurnya. Riset sama yang dilakukan pada 2012 mencatat, pada saat itu anak-anak menerima ponsel pada umur 12 tahun.

Untuk bisa membekali anak dengan ponsel, ada baiknya orangtua mempertimbangkan berbagai hal, belum lagi adanya fakta bahwa kontra memberikan ponsel kepada anak lebih banyak ketimbang yang pro. Misalnya saja, dari sisi biologis, korteks prefrontal—bagian otak yang mengontrol rangsangan dan dorongan—berhenti berkembang saat anak berumur 20-an. Karena itu, kamu tidak perlu heran jika remaja yang memiliki ponsel cenderung lebih sulit mengendalikan diri.

Tak hanya itu, anak yang memiliki ponsel sejak dini tentu akan terpapar dengan berbagai aplikasi, games, dan mungkin media sosial. Hal ini bisa berdampak pada psikologis mereka, karena bukan tidak mungkin perilaku bullying mengancam anak sejak dini. Pada akhirnya, para ilmuwan mengatakan, tidak ada tolok ukur kapan sebaiknya anak diberi ponsel. Orangtualah yang harus bisa memprediksi dan mempertimbangkan seberapa perlu anak memiliki ponsel. Kalaupun kamu memutuskan untuk membekali anak dengan ponsel, setidaknya berikan batasan tegas untuk meminimalisasi paparan dampak negatif ponsel terhadap si kecil.

 

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life