DCSIMG

How To Be Happy

Resepsi Pernikahan yang Sesuai dengan Syariat Islam

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

Menikah merupakan salah satu anjuran Rasulullah Muhammad SAW bagi mereka yang sudah mampu untuk melaksanakannya. Bahkan, Rasul mengatakan bahwa menikah merupakan salah satu ibadah yang akan menyempurnakan agama seseorang.

Menikah yang sesuai dengan syariat Islam boleh jadi merupakan impian setiap Muslim. Setelah melangsungkan akad, Rasul menganjurkan kepada pasangan suami-istri untuk mengadakan resepsi pernikahan atau yang biasa disebut dengan walimah. Dikutip dari republika.co.id, perintah untuk menggelar walimah disampaikan oleh Rasul ketika putrinya, Fatimah RA, dipinang oleh Ali bin Abi Thalib RA. Rasul bersabda, “Sesungguhnya pada perkawinan harus diadakan walimah.” (Shahih Jami’us Shaghir no:2419 dan al-Fathur Rabbani XVI:205 no:175)

Saat ini, ada berbagai cara yang dilakukan oleh umat Islam untuk mengadakan resepsi pernikahan, mulai dari menggelar walimah di rumah dengan sederhana hingga pesta di hotel bintang lima. Inti dari digelarnya walimah adalah untuk memberitakan kabar baik pernikahan sehingga terhindar dari fitnah yang mungkin timbul ketika melihat dua orang bukan muhrim bersama.

Agar pesta pernikahan tetap berkah dan jauh dari hal-hal yang dilarang dalam agama, Islam telah menetapkan adab yang dapat diikuti dalam menyelenggarakan walimah. Syekh Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam Mausuu’atul Aadaab al-Islaamiyyah mengungkapkan bahwa tata cara walimah atau resepsi pernikahan berdasarkan syariat Islam, pertama, adalah meluruskan niat. “Niatkan walimah itu sebagai sunnah Rasulullah SAW dan memberi makan orang-orang,” tuturnya. Sesuatu yang diniatkan dengan baik akan menjadi amal saleh, sehingga harta yang dibelanjakan dan waktu yang diluangkan akan diganti dengan pahala.

Selanjutnya, sediakan hidangan yang sesuai dengan kemampuan. Seorang tuan rumah tak perlu memberatkan diri di luar batas kemampuan untuk menyediakan hidangan bagi para tamu undangan. Rasul sendiri telah memberi contoh dalam menyelenggarakan walimah dengan sederhana. Saat ada rezeki, Rasul akan menyembelih kambing untuk dihidangkan. Namun ketika tak memiliki apa-apa, walimah digelar sesuai kemampuan.

Dan yang pasti, undanglah kerabat dan saudara untuk menyampaikan berita baik ini. Dengan prinsip tersebut, walimah diharapkan menjadi wadah untuk memperat tali silaturahim tanpa harus membuat si pemilik hajat harus berutang ke kanan dan ke kiri demi sebuah pesta.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life