DCSIMG

How To Be Wealthy

Jenis Pajak yang Harus Dibayar Secara Rutin

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

Sebagai warga negara Indonesia yang baik, membayar pajak adalah salah satu kewajiban yang harus ditaati. Hampir setiap transaksi yang kita lakukan pun dikenai beban pajak, mulai dari membeli makanan di restoran, belanja kebutuhan harian, hingga saat menerima gaji pun kita harus membayar pajak kepada negara. Nah, berikut adalah beberapa jenis pajak dasar yang mesti kamu pahami, Bright Friends.

Pajak Penghasilan (PPh)

Pajak jenis ini adalah pajak rutin yang harus dibayar oleh setiap pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Dilansir dari femina.co.id, semakin tinggi jumlah penghasilan seseorang, maka semakin besar pula jumlah pajak yang harus dibayarkan. Sebagai ilustrasi, misalnya, jika penghasilan seseorang mencapai Rp50.000.000 per tahun, maka ia harus membayar pajak sebesar 5%, sedangkan mereka yang memiliki penghasilan antara Rp50.000.000–Rp250.000.000 per tahun, tarif pajaknya adalah 15%. Orang dengan gaji antara Rp250.000.000–Rp500.000.000 per tahun akan dikenai pajak 25%, dan di atas Rp500.000.000 per tahun tarif pajaknya mencapai 30%.

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Jika sudah memiliki rumah, maka setiap tahun kita harus mengeluarkan sejumlah dana untuk membayar iuran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Umumnya, setiap tahun pun PBB akan mengalami kenaikan karena Nilai Jual Objek Tanah (NJOP) juga mengalami kenaikan harga yang disebabkan oleh berubahnya data luas tanah, bangunan, dan kualitas komponen bangunan. Namun, sejak beberapa tahun lalu, Pemprov DKI Jakarta membebaskan PBB bagi rumah yang nilainya di bawah Rp1 miliar.

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Besarnya pajak ini adalah 1,5% dari nilai jual kendaraan dan bersifat menurun tiap tahun karena ada penyusutan nilai jual kendaraan. Usahakan untuk tepat waktu membayar PKB, pasalnya ada tambahan denda jika kamu terlambat menyelesaikan kewajiban PKB. Denda PKB dihitung dari biaya pajak dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakan Lalu-lintas (SWDKL) yang nominalnya bergantung pada jenis kendaraan. Berapa besarnya denda keterlambatan? Denda keterlambatan PKB sebesar 2% sebulan untuk jangka waktu paling lama 15 bulan terhitung dari tanggal pembayaran yang ditentukan. Jika keterlambatan sampai dengan jangka waktu tahunan, maka denda yang harus dibayarkan adalah jumlah tahun dikalikan waktu maksimal pembayaran dikalikan 2%. Lumayan, kan, nominalnya? Karena itu, usahakan membayar pajak tepat waktu.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life