DCSIMG

How To Be Happy

Tebarkan Energi Positif dengan Sikap Rendah Hati

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

Rendah hati adalah salah satu sifat yang menonjol dari Rasulullah SAW. Banyak kisah yang menyebutkan hal ini, salah satunya yang terkenal adalah saat Futuh Makkah atau pembebasan kota Mekkah. Kisah ini dialami oleh Abu Sufyan, salah seorang yang sangat membenci Rasulullah SAW. Saat Rasulullah SAW akan memasuki Mekkah dengan pasukan yang besar, nyali Abu Sufyan ciut. Ia khawatir Rasulullah SAW dan para sahabat akan melakukan balas dendam.

Walaupun takut, Abu Sufyan memutuskan untuk menemui Rasulullah SAW untuk memastikan hal ini. Ia ingin mengetahui rencana yang akan dilakukan Rasulullah SAW dan pasukannya. Di tengah jalan, ia bertemu dengan salah satu sahabat bernama Sa’ad bin Ubadah dan menanyakan tentang rencana Nabi SAW padanya. Sa’ad menjawab dengan serius, “Hari ini adalah hari pembantaian.” Mendengar jawaban seperti itu, Abu Sufyan merasa ketakutan. Namun ia masih menyimpan keyakinan bahwa Rasulullah SAW tak akan melakukan hal tersebut. Lalu, ia melanjutkan perjalanannya untuk menemui Rasulullah SAW.

Setelah berhasil menemui, Abu Sufyan menceritakan apa yang ia dengar dari Sa’ad bin Ubadah. Mendengar cerita tersebut, Rasulullah menjawab dengan santun, “Sa’ad bohong! Hari ini adalah hari kasih sayang.” Tidak sampai di situ, Rasulullah SAW lalu membuat maklumat untuk seluruh penduduk Mekkah. Isinya, “Barang siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan, ia akan aman. Barang siapa yang masuk ke rumahnya kemudian menguncinya, ia akan aman. Barang siapa yang memasuki Baitullah, ia akan aman.” Berkat ahklak rendah hati Rasulullah SAW inilah, banyak penduduk Mekkah yang berbondong-bondong menjadi mualaf.

Saat dalam keadaan lemah, Rasulullah SAW selalu ditindas dan disakiti oleh penduduk Mekkah yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Namun saat berada dalam posisi sebaliknya, Beliau justru memaafkan semua penduduk Mekkah. Bahkan Abu Sufyan dijadikan Beliau sebagai orang kepercayaan. Rasulullah tak hanya memaafkan Abu Sufyan, tetapi juga membalas perbuatan buruknya dengan kebaikan. Akhlak rendah hati inilah yang mampu melunakkan kerasnya hati penduduk Mekkah.

Pada sifat rendah hati, ada energi pelunak hati yang dapat meluluhkan kerasnya hati seseorang, bahkan yang tadinya bermusuhan bisa menjadi bersaudara. Memang begitu sulit menerapkan ini di dunia nyata. Namun saat kita bisa melepaskan kemarahan dan ikhlas melakukan kebaikan, pasti hal positif senantiasa mengikuti.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life