DCSIMG

How To Be Wealthy

4 Tokoh Dunia yang Pernah Alami Gangguan Psikologis

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

Seringkali kita disuguhkan dengan kisah-kisah inspiratif yang membuat kita bersemangat untuk menggapai mimpi. Namun, tahukah kamu jika beberapa tokoh dunia yang menginspirasi banyak orang ternyata pernah mengidap masalah psikologis?

Tak sedikit orang yang menganggap bahwa penderita gangguan mental tak memiliki masa depan, apalagi sukses dalam hal karier. Namun anggapan tersebut salah besar, Bright Friends. Karena itulah, jika kamu memiliki masalah psikologis, tak seharusnya berlarut-larut. Kisah beberapa tokoh terkenal ini semoga bisa membantumu menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Ludwig van Beethoven

Komposer musik klasik asal Jerman ini disebut-sebut memiliki gangguan mental bipolar disorder. Namun gangguan psikologis tersebut tak membuat hidupnya penuh dengan kegelapan. Ia mampu menulis banyak komposisi yang begitu menginspirasi. Ini membuatnya menjadi salah satu legenda dunia. Beethoven tak mudah menyerah dan terus berusaha mencari bantuan untuk mengatasi “kelemahan”-nya.

Isaac Newton

Salah satu ilmuwan besar sepanjang sejarah ini disebut-sebut memiliki sejumlah gangguan psikologis semasa hidupnya. Beberapa ahli bahkan menyebut bahwa Isaac Newton mengidap bipolar disorder dengan kecenderungan psikotik, skizofrenia, dan juga menduga ketidakmampuannya untuk berkomunikasi karena mengidap autisme. Meskipun begitu, ide-ide yang keluar dari pikiran tanpa batas Newton begitu luar biasa. Ia menemukan dan merumuskan hukum gravitasi yang membuat namanya dikenang hingga saat ini.

Lena Dunham

Aktris Amerika sekaligus penulis HBO serial Girls ini hidup dengan gangguan obsesif-kompulsif (Obsessive Compulsive Disorder/OCD). Namun ia mengimbanginya dengan melakukan olahraga sehingga kecemasannya dapat teratasi. OCD adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan pikiran obsesif dan tindakan kompulsif. Pikiran obsesif adalah gagasan, khayalan, atau dorongan yang berulang, tidak diinginkan, dan mengganggu, yang tampaknya konyol, aneh atau menakutkan. Sementara tindakan kompulsif adalah desakan atau paksaan untuk melakukan sesuatu yang akan meringankan rasa tidak nyaman akibat obsesi dan dilakukan berulangkali. Jadi, saat seseorang dengan OCD berpikiran obsesif, misalnya takut terkena najis, maka tindakan kompulsifnya adalah mencuci tangan berulangkali.

Michael Phelps

Michael Phelps adalah perenang dunia yang langganan meraih medali emas dalam ajang Olimpiade. Ia sudah mengumpulkan 22 medali. Namun ternyata ia pernah mengalami masa-masa sulit, yaitu Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sehingga mengganggu pendidikannya saat ia berusia 9 tahun. Berenang merupakan “terapi”-nya dari gangguan ini, dan terbukti justru di dunia ini juga ia bisa memaksimalkan talenta.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life