DCSIMG

How To Be Wealthy

Sejarah Asuransi Syariah

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

feb-3-5Dalam Islam, konsep asuransi ternyata sudah dikenal sedari dulu. Asuransi syariah modern yang kita kenal saat ini adalah perkembangan atau penyempurnaan dari konsep yang sudah ada.

Ya, konsep asuransi dalam Islam sudah dikenal sejak zaman Rasulullah SAW, yang disebut dengan Aqilah. Menurut Thomas Patrick dalam bukunya Dictionary of Islam, Suku Arab pada masa itu menerapkan hukum, bahwa jika ada salah satu anggota suku terbunuh oleh anggota suku lain, pewaris korban yang terbunuh akan mendapat sejumlah uang darah (diyat) sebagai kompensasi dari keluarga pembunuh. Keluarga pembunuh tersebut, yang dinamakan Aqilah, harus membayar uang darah atas nama pembunuh.

Selain konsep Aqilah, dalam hukum Islam juga dikenal beberapa prinsip atau konsep yang serupa dengan konsep asuransi pada zaman modern ini. Beberapa konsep tersebut, antara lain:

  1. Al-Muwalat

Yaitu perjanjian jaminan, di mana seorang penjamin menjamin seseorang yang tak memiliki waris atau tak diketahui ahli warisnya. Penjamin setuju untuk menanggung bayaran orang tersebut, jika ia melakukan jinayah (perbuatan yang dilarang atau diharamkan oleh Islam karena dapat membawa kerugian material, moral, dsb.). Apabila orang yang dijamin meninggal, maka penjamin boleh mewarisi hartanya sepanjang tak memiliki ahli waris. Ini juga bisa menjadi sebuah konsep perjanjian yang berhubungan dengan manusia. Sistem ini melibatkan usaha pengumpulan dana dalam sebuah tabungan atau pengumpulan iuran dari peserta. Manfaatnya akan dibayarkan kepada ahli waris seseorang yang terbunuh jika kasus pembunuhan itu tak terpecahkan atau tak diketahui siapa pembunuhnya.

  1. At-Tanahud

Tanahud sendiri dapat diibaratkan sebagai makanan yang dikumpulkan dari peserta majlis/safar yang kemudian digabungkan. Kemudian, pada saatnya, makanan akan dibagikan kepada mereka walaupun dengan porsi berbeda-beda. Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Marga AsyA’ari ketika keluarganya mengalami kekurangan makanan, maka mereka mengumpulkan apa yang mereka miliki dalam satu kumpulan. Kemudian dibagi di antara mereka secara merata. Mereka adalah bagian dari kami dan kami adalah bagian dari mereka“ (HR Bukhari).

  1. Aqd Al-Hirasah

Yaitu kontrak pengawal keselamatan. Dalam hukum Islam, sering dikenal berbagai kontrak antarindividu. Misalnya, individu yang ingin selamat akan membuat kontrak dengan pengawal. Ia kemudian membayar sejumlah uang kepada pengawal tersebut dengan kompensasi keamanannya dijamin.

  1. Dhiman Khatr Thariq

Kontrak ini merupakan jaminan keselamatan lalu lintas. Para pedagang muslim di masa lampau ingin mendapatkan perlindungan keselamatan, lalu mereka membuat kontrak dengan orang-orang yang kuat dan berani di daerah rawan. Para pedagang membayar sejumlah uang, dan orang-orang itu akan menjaga keselamatan perjalanan mereka.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life