DCSIMG

How To Be Healthy

Kenali Ciri Kejang Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

feb-3-3

Kondisi kesehatan anak dan orang dewasa sangat berbeda. Anak lebih rentan terkena virus dibandingkan dengan orang dewasa karena perbedaaan tingkat imunitas dalam tubuh. Dan hal yang sering dikhawatirkan oleh banyak orangtua baru adalah kondisi deman yang disertai kejang pada si kecil.

Demam disertai kejang banyak dialami bayi umur 6 bulan hingga anak umur 5 tahun. Penyebab pastinya belum dapat dipastikan, tetapi banyak ahli kesehatan yang berpendapat bahwa kondisi ini akibat infeksi virus flu, infeksi telinga, cacar air, atau tonsilitis (yang dikenal sebagai radang amandel).

Tentu saja, dalam hal ini orang tua harus bisa membaca ciri seorang anak yang terkena demam-kejang, salah satunya saat kedua kaki dan tangan anak kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat selama 5 menit dan bola mata berbalik ke atas. Ciri lainnya adalah:

  • gigi terkatup
  • muntah
  • anak berhenti bernapas sejenak
  • pada beberapa kasus, anak tidak bisa mengontrol buang air besar/kecil
  • pada kasus berat, si kecil tak sadarkan diri. Adapun intensitas waktu kejang juga sangat bervariasi, dari beberapa detik sampai dengan puluhan menit.

Lalu, apa hal yang harus segera dilakukan? Langkah pertama adalah dengan memberikan kompres, tetapi jangan sekali-kali menggunakan alkohol atau air dingin untuk menurunkan suhu tubuh anak. Penggunaan alkohol amat berpeluang menyebabkan iritasi pada mata dan intoksikasi/keracunan. Sementara itu, jika kamu nekat memberikan kompres dengan air dingin, maka dapat menyebabkan “korsleting”/benturan kuat di otak antara panas tubuh si kecil dengan kompres dingin.

Agar si kecil tidak cedera, pindahkan benda-benda keras atau tajam yang berada di dekatnya. Tak perlu menahan mulut si kecil agar tetap terbuka dengan mengganjal/menggigitkan sesuatu di antara giginya. Miringkan posisi tubuh si kecil agar penderita tidak menelan cairan muntahnya sendiri yang dapat mengganggu pernapasan. Dan ingat, jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut sang anak selama kejang berlangsung, termasuk memberinya obat-obatan.

Gunakan obat penghilang kejang yang disarankan oleh dokter. Obat penghilang kejang yang beredar di pasaran adalah Stesolid—diberikan melalui anus. Jika kondisi si kecil tidak segera membaik, segera bawa ke rumah sakit terdekat agar otak si kecil tidak terlalu lama kehilangan asupan oksigen.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life