DCSIMG

How To Be Happy

Belajar Makna Kejujuran dari Seorang Pemulung

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

 

des-3-6

Jujur adalah sebuah kata sederhana yang mudah diucap tetapi susah untuk dilakukan. Nggak semua orang bisa konsisten melakukannya, apalagi zaman sekarang. Jujur saat diri dalam posisi nyaman mungkin mudah, tapi saat kita dalam posisi sulit, akan banyak sekali godaan untuk nggak berbuat jujur. Untuk itu, kejujuran dapat teruji saat kita berada di posisi bawah, seperti sebuah kisah berikut yang membuat kita merenungi kembali makna kejujuran.

Iman sudah bertahun-tahun bekerja sebagai pemulung karena sulit bagi seorang yang putus sekolah untuk mencari pekerjaan layak. Namun Iman bekerja sepenuh hati agar bisa menghidupi keempat anaknya. Meski pendapatannya nggak seberapa, Iman tetap bersyukur dan nggak pernah mengeluh.

Seperti biasa, Iman berangkat memulung selepas subuh di pasar dekat gubuk tempat tinggalnya. Satu persatu sampah plastik, kardus, dan apa pun yang sekiranya bisa dijual ia kumpulkan. Setelah mendapat barang cukup banyak, ia beristirahat di pinggir jalan sambil mengamati lalu lalang kendaraan.

Tiba-tiba, ada sebuah tas jatuh tepat di depannya dari motor yang dikendarai oleh sepasang laki-laki dan perempuan. Iman langsung mengambil tas itu, berlari sambil berteriak memanggil pengendara motor. Mendengar teriakan Iman, laki-laki pengendara motor itu berhenti dan mendatangi Iman. Perempuan yang membonceng turun dari motor, tapi bukannya berterima kasih, ia malah mengambil tas sambil menuduh Iman sebagai penjambret. Iman nggak menyangka niat baiknya disalahartikan.

Untung ada seorang guru yang sedari tadi memperhatikan kejadian tersebut. Guru itu menghampiri mereka dan berkata kepada pembonceng perempuan bahwa memang benar tasnya jatuh dan ditemukan oleh Iman.  Mendengar penjelasan guru, perempuan itu pun pergi tanpa mengatakan apa-apa. Merasa iba dengan Iman, guru kemudian mengajaknya ke rumah. Guru itu terkejut dan kagum dengan cerita Iman tentang hidupnya, lalu memberinya pekerjaan sebagai penjaga sekolah. Sejak itu, perekonomian Iman mulai membaik, bahkan bisa menyekolahkan anak-anaknya. Dari cerita ini, kita dapat memetik pelajaran bahwa kejujuran akan selalu berakhir baik walau memang menjadi jujur itu susah dan tak pernah mulus jalannya.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life