DCSIMG

How To Be Happy

Orangtua Nggak Kompak, Mental Anak Bisa Terganggu (1)

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

 

 

des-2-1

Rosalind Sedacca, konsultan pola asuh anak dan perceraian Amerika, mengatakan bahwa perbedaan pandangan soal pola asuh yang baik adalah konflik yang sering dialami orangtua. Meskipun tujuannya baik, jika dibiarkan, hal ini akan bawa pengaruh buruk pada mental si kecil. Lalu, apa saja sih yang biasanya memancing perdebatan para orangtua?

  1. Pendidikan

Saat si kecil mulai memasuki usia sekolah, pasangan suami-istri akan membahas tentang pendidikan terbaik, mulai dari usia yang tepat untuk menyekolahkannya, pilihan sekolah, lokasi, hingga persoalan biaya.

2. Moral

Pembahasan soal perilaku atau moral yang baik juga sering menjadi perdebatan. Saat suami terbiasa dengan sikap tegas dan disiplin, istri menginginkan pengasuhan yang penuh kelembutan. Hal ini menyebabkan perbedaan sikap dalam menangani si buah hati. Ayah melarang, ibu memperbolehkan. Ini bisa jadi bertambah parah saat keduanya ngotot jika masing-masing adalah pola asuh terbaik.

3. Kesehatan

Dalam hal kesehatan buah hati, banyak juga pasangan yang berbeda pendapat. Saat si kecil demam, ibu panik dan ingin segera ke dokter, tapi ayah anggapnya belum darurat dan bisa ditangani sendiri.

4. Pergaulan

Pergaulan buah hati merupakan topik paling sensitif di kalangan orangtua. Apakah si anak boleh berteman dengan siapa pun, atau harus pilih-pilih agar nggak salah pergaulan? Nggak jarang ayah ingin anaknya terbiasa menemui berbagai macam perbedaan untuk pengalaman hidup, sementara sang ibu khawatir jika anak terlalu diberi kebebasan.

5. Mainan dan materi

Banyak orangtua yang menganggap materi adalah sumber kebahagiaan anak. Dengan membelikan semua yang diinginkan oleh si kecil, maka kebahagiannya akan lengkap. Namun ada juga yang nggak mau terlalu memanjakan anak.

6. Campur tangan pihak ketiga

Pendapat orang lain, tanpa disadari, sering menjadi bahan acuan dalam mendidik anak, terutama saran dari orangtua atau mertua. Seringkali pasangan suami-istri berbeda pendapat tentang hal ini. Contohnya, sang nenek melarang si kecil bermain kotor-kotoran tapi kamu menganggap itu nggak masalah. Kemudian, akan jadi rumit ketika pasangan sependapat dengan orangtua.

Dengan mengenali hal-hal yang menjadi perdebatan, kamu bisa mulai mendiskusikannya dengan pasangan untuk hasil terbaik. Jangan sampai perbedaan pendapat ini menjadi masalah besar. Dan karena tujuannya untuk memberikan yang terbaik bagi buah hati, jika ia sudah cukup dewasa, nggak ada salahnya meminta pendapat juga soal apa yang baik menurut dirinya sendiri. Setuju?

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life