DCSIMG

How To Be Healthy

Kenali Lebih Dekat Gejala PostPartum Depression

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

 

nov-1-2

Akhir-akhir ini, kita dikejutkan dengan maraknya kasus penganiayaan bayi oleh ibu kandung. Tentu ini membuat kita penasaran, apa motif yang melatarbelakangi perbuatan keji tersebut? Beberapa spekulasi pun bermunculan, mulai dari depresi karena faktor ekonomi, permasalahan suami-istri, hingga aliran ilmu hitam yang membuat mata hati sang ibu tertutup.

Namun, menurut para ahli kesehatan, perilaku tersebut dapat muncul akibat adanya gangguan emosional atau kejiwaaan yang dialami oleh sang ibu. Kondisi ini disebut postpartum depression atau postnatal depression. Gangguan emosional ini terjadi karena perubahan hormon yang dialami oleh perempuan setelah melahirkan, sehingga memunculkan perasaan khawatir dan perasaan-perasaan lain yang mengarah pada kondisi depresi tingkat berat. Postpartum depression dapat menyerang siapa pun, terutama bagi para perempuan yang belum siap secara mental dan fisik menerima kehadiran sang buah hati.

Hal inilah yang membuat perencanaan kehamilan setelah menikah sangat penting dilakukan oleh pasangan baru, apalagi jika usia perempuan belum terlalu matang untuk menjalani peran ganda dalam rumah tangga. Gejala postpartum depression hampir sama seperti baby blues syndrome, tetapi yang membedakan adalah soal durasi, frekuensi, dan intensitas gangguan tersebut.

Gejala yang dapat kamu waspadai setelah melahirkan adalah perasaan cemas, mudah marah, mudah panik, perasaan takut menyakiti bayi, merasa putus asa, dan perasaan khawatir yang berlebihan terhadap masa depan anak. Gejala ini akan menjadi lebih hebat dan lebih lama berlangsung jika sang ibu nggak mendapatkan pendampingan yang baik dalam menghadapi perubahan perasaan tersebut, baik dari pasangan maupun orangtua. Akibat yang lebih mengerikan dari gejala ini ialah keinginan untuk bunuh diri, hingga menyakiti bayi.

Karena itu, jika kamu mulai mengalami atau merasakan ciri yang disebutkan di atas, ada baiknya segera mengomunikasikan pada orang-orang terdekat agar penganganannya nggak terlambat. Pembagian tanggung jawab, dukungan moral, serta pendampingan yang baik tentu akan menekan risiko terjadinya postpartum depression.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life