DCSIMG

How To Be Healthy

Yuk, Cegah Demensia Sejak Dini!

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

okt-3-7

 

Demensia adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsi atau kemampuan otak seseorang. Penderita bisa mengalami hilang ingatan akibat kemunduran fungsi otak ini, bahkan kepribadiannya pun bisa berubah. Gejala yang kerap terlihat adalah seringnya lupa atau keliru, emosi naik-turun, terlalu banyak menangis/tertawa saat menghadapi hal sepele, merasa kebingungan, dan bicara kurang jelas. Hingga kini, belum ada obat yang bisa mengembalikan penderita demensia ke kondisi normal seperti sedia kala, tapi pencegahan bisa dilakukan dengan gaya hidup sehat ini.

  1. Asupan nutrisi

Konsumsilah makanan 4 sehat 5 sempurna dan hindari junk food, karena lemak jenuh, garam, dan kolestrol jahat merupakan musuh utama tubuhmu. Perbanyak pula mengonsumsi ikan tuna, salmon, sarden, atau minyak ikan yang kaya Omega-3.

2. Tidur cukup dan olahraga rutin

Sisihkan waktu olahraga 20–30 menit sehari dan 7–8 jam untuk tidur. Demensia seringkali dikaitkan dengan orang yang kerap mengalami insomnia. Sementara itu, otak kita membutuhkan 20% oksigen pada darah yang mengalir ke seluruh tubuh, dan olahraga rutinlah yang ampuh melancarkan oksigen ke otak.

3. Kehidupan sosial

Pergaulan bisa meningkatkan aktivitas otak, sementara lingkungan pergaulan yang positif membuat hati siapa pun lebih tenang sehingga terhindar dari pikiran buruk penyebab demensia.

4. Selamat tinggal rokok dan alkohol

Kecanduan rokok ataupun alkohol juga bisa meningkatkan risiko demensia hingga tujuh tahun ke depan. Alkohol membuat tekanan darah naik dan meningkatkan kadar kolestrol dalam darah, sementara rokok menghambat peredaran darah ke otak.

5. Bermain game dan membaca buku

Game seperti puzzle, catur, dan teka-teki silang menguatkan koneksi antara sel saraf dalam otak, sehingga otak akan lebih terasah karena terus aktif. Selain itu, membaca buku juga bisa membantu, lho.

6. Menjauhi stres

Stres membuat otak bekerja lebih keras. Sebuah penelitian di Swedia menyimpulkan bahwa perempuan yang sering mengalami stres lebih berpotensi mengalami demensia dibandingkan mereka yang menikmati hidup.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life