DCSIMG

How To Be Wealthy

5 Kebiasaan yang Membuatmu Susah Kaya

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

shutterstock_426236464

Siapa sih yang nggak mau hidup mapan secara finansial? Setiap orang pasti ingin merasakan hidup tenteram tanpa terbeban persoalan keuangan. Thomas C Corley—penulis buku Change Your Habits, Change Your Life—mempelajari keadaan finansial masyarakat modern di Amerika. Dari studi tersebut, ia menemukan ada lima kebiasaan yang mampu menjauhkan kita dari kemapanan.

Judi

Sebanyak 52 persen orang miskin berjudi pada pertandingan olahraga, satu kali dalam sepekan, dan 72 persen bermain lotere setiap minggu. Sebaliknya, lebih-kurang 84 persen orang kaya tidak suka berjudi dan 94 persen tidak juga bermain lotere. “Orang kaya yang sukses karena usaha sendiri tidak pernah tergoda pada skema kekayaan instan. Mereka menciptakan kebiasaan hidup yang bisa mengantarkan mereka pada kesuksesan,” urainya.

Tak selektif pada lingkungan sekitar

Sebanyak 87 persen orang kaya, yang dipelajari oleh Corley, menyortir diri dari orang-orang yang memberikan energi negatif dan menghalangi mereka meraih tujuan. “Orang-orang kaya punya kebiasaan untuk tidak bersahabat dengan ‘racun’ dan hal negatif lainnya,” ujar Corley.

Alkohol

Menyesap anggur dan sampanye pada acara-acara sosial sah-sah saja, selama sesuai dengan prinsip dan ajaran agama. Namun satu hal yang pasti, orang-orang kaya tidak pernah mengonsumsi alkohol secara berlebihan, apalagi hingga mabuk. “Dalam studi, saya menemukan 54 persen orang miskin memang hobi mabuk alkohol, mereka minum dua botol bir satu hari. Sementara itu, sebanyak 84 persen orang-orang kaya minum alkohol tak sebanyak orang-orang miskin tersebut,” urainya.

Alkohol yang berlebihan bisa mempengaruhi memori dan kemampuan berpikir jernih. Selain itu, kebanyakan alkohol membuat tubuh kelebihan berat badan dan menjadi tidak aktif dalam kegiatan sehari-hari.

Menonton televisi

“Sebanyak 77 persen orang miskin kebanyakan menonton televisi setiap hari,” tulis Corley. Sementara itu, orang-orang kaya lebih kerap mencari informasi edukatif ketimbang hiburan tak mendidik. Mereka menghabiskan waktu dengan membaca buku, berolahraga, dan mencari inspirasi.

Menunda-nunda pekerjaan

Hobi menunda pekerjaan menjauhkan orang paling berbakat sekalipun dari mimpi mewujudkan sukses dan kaya raya pada masa depan. “Kamu mungkin tidak sadar, tetapi suka menunda merupakan alasan utama kenapa kamu masih juga berjuang secara finansial dalam hidup. Ini merusak kredibilitasmu di mata atasan dan kolega di tempat kerja. Selain itu, juga merusak hubungan dengan klien. Kamu bisa hancur,” tutup Corley.

 

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life