DCSIMG

How To Be Healthy

Tips Berpuasa Bagi Penderita Diabetes Melitus

Oleh BrighterLife.co.id

Saat bulan puasa tiba, umat muslim pasti ingin menjalaninya dengan lancar hingga hari raya. Namun bagaimana jika penderita Diabetes Melitus (DM) ingin berpuasa? Tentu bisa. Bahkan, dengan pola makan yang lebih teratur dan asupan kalori yang relatif sama dari hari ke hari, kadar gula darah yang biasanya naik-turun akan menjadi lebih stabil.

shutterstock_182417234Persiapan yang matang selama tiga bulan terakhir menentukan kesiapan berpuasa para penderita diabetes. Persiapan yang dimaksud adalah tes darah yang disebut HbA1c (Hemoglobin A1c test) di laboratorium. Bila hasilnya kurang dari 6%, artinya kadar gula darah cukup stabil sehingga termasuk aman untuk berpuasa. Selain itu, penderita DM juga harus bisa memastikan bahwa asupan kalorinya terpenuhi dalam satu hari, tidak kurang tapi juga tidak lebih.

Komposisi diet yang seimbang dalam satu hari bagi penderita DM adalah karbohidrat 60%, protein hewani 25%, dan lemak 15%. Asupan karbohidrat sebaiknya 25% buah, 35% makanan seperti roti, nasi, atau kentang. Roti, nasi, atau kentang bisa dikonsumsi 10% setelah tarawih, dan 25% pada saat sahur.

Kunci pola makan atau diet pengidap DM adalah pengaturan jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Jenis makanannya bebas dan nggak ada yang harus dipantang. Namun kebutuhan kalori setiap orang tergantung dari usia, jenis kelamin, berat badan, dan aktivitasnya. Garis besarnya: pasien kurus membutuhkan 2300–2500 kalori, normal membutuhkan 1700–2100 kalori, dan gemuk membutuhkan 1300–1500 kalori.

Saat berbuka, mulailah dengan minum teh menggunakan gula diet, jus/smoothie pisang-stroberi, makan salad buah, ta’jil seperti kurma, atau kolak pisang dengan gula diet. Setelah itu minumlah obat, jika memang harus mengonsumsi obat dari dokter, karena obat harus dikonsumsi 30 menit sebelum makan besar.

Setelah salat magrib, hidangan utama bisa disantap dengan komposisi 100–150 gram nasi, sayuran, protein hewani seperti daging 50–60 gram, dan protein nabati 50 gram.

Usai tarawih, antara pukul 21.00–22.00, sebaiknya makan camilan yang mengenyangkan, misalnya sandwich, singkong rebus, atau ubi rebus. Dengan jadwal makan seperti ini, diharapkan kalori masuk secara bertahap sehingga keseimbangan gula darah nggak akan melonjak drastis.

Pada saat sahur, selain hidangan utama seperti nasi dan lauk-pauk, jangan lupa menyantap buah. Hindari ketan dan mi, juga sayuran yang mengandung gas seperti kol. Pengidap DM cenderung mengalami gangguan pada saluran cernanya, yaitu kerongkongan, sehingga jika mengonsumsi makanan yang bergas bisa menyebabkan aliran makanan ke lambung tersendat dan perut terasa mual.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life