DCSIMG

Inspiring Story

Memaknai Kegagalan sebagai Kunci Utama Keberhasilan

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

Sebagian orang cenderung mengutuk dan menyalahkan diri sendiri saat berhadapan dengan kegagalan. Padahal, perlu kamu ketahui, kegagalan merupakan kunci utama lahirnya keberhasilan di masa depan.

shutterstock_152034155Dalam situs hufftingtonpost.com, Johannes Haushofer, seorang asisten professor dalam bidang psikologi membuat daftar beberapa kegagalan yang pernah ia alami selama berkarier. Posisinya saat ini nggak ia dapatkan dengan mudah, mulai dari penolakan aplikasi beasiswa hingga penolakan penerbitan hasil penelitian pernah ia alami.

Nggak sedikit orang yang lantas patah arang setelah usaha mereka gagal atau ketika harus berhadapan dengan situasi seperti Johannes. Bagi Johannes, kesuksesan yang ia dapatkan saat ini justru nggak pernah ia nikmati jika sebelumnya ia nggak pernah gagal. Johannes mengatakan bahwa saat menemui kegagalan, orang cenderung fokus pada “kegagalan” tersebut. Jangan lupa, pengusaha, pemimpin, dan para penemu sukses kebanyakan berhadapan dengan kegagalan sebelum mencapai sukses.

Johannes pun menyarankan, alih-alih hanya terpaku pada kegagalan tersebut, coba kaji berbagai faktor yang bisa mempengaruhi hasil yang kamu dapatkan. Ketika aplikasi beasiswamu keluar negeri ditolak, kamu bisa mengevaluasinya. Apa kekurangan proposal studi atau penelitian yang kamu ajukan, misalnya. Perbaiki elemen-elemen yang kurang sehingga ketika kamu mengajukan kembali aplikasi tersebut, kamu sudah “membungkusnya” dalam kemasan sempurna.

Johannes sadar bahwa menemui kegagalan memang bukan hal mudah bagi sebagian orang. Kegagalan dapat membuatmu terpuruk dan lupa bahwa momen tersebut sebenarnya adalah momen untuk mengevaluasi diri menjadi lebih baik. Untuk menghindari sikap negatif dalam memandang kegagalan, hindari membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kesuksesan seseorang mudah terlihat dari luar, tapi kamu nggak tahu proses atau kegagalan apa yang mereka hadapi. Bisa jadi kesuksesan yang mereka dapatkan saat ini bermula dari kegagalan bertubi-tubi, lebih dari yang kamu hadapi.

So, daripada kamu hanya fokus meratapi kegagalan atau iri dengan kesuksesan orang lain, coba latih diri untuk mau dan bisa melihat arti “kegagalan” lebih luas lagi.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life