DCSIMG

How To Be Wealthy

5 Prinsip Saat Meminjamkan Uang pada Orang Lain

Oleh BrighterLife.co.id

Dilema biasanya terjadi saat kita hendak meminta teman atau saudara mengembalikan uang yang mereka pinjam dari kita. Salah-salah, jalinan persahabatan bisa rusak hanya karena masalah ini. Akhrinya, kita pun menjadi sungkan menagih, sekalipun jumlah pinjamannya cukup besar. Padahal, seharusnya kamu nggak perlu merasa sungkan mendapatkan kembali hal yang memang merupakan hakmu. Berikut beberapa tips yang bisa jadi pegangan.

shutterstock_97742459Jangan memaksakan diri

Kamu tentu ingin melakukan apa saja ketika seorang teman membutuhkan bantuan. Namun saat teman membutuhkan pinjaman uang dan kamu nggak memilikinya, jangan ragu untuk mengatakan “nggak”. Cobalah membantu dalam bentuk lain, misalnya memberikan sejumlah uang yang nggak akan mengganggu kondisi finansialmu atau sekadar berbagi belanjaan bulanan.

Buat catatan tiap pinjaman yang kamu berikan

Catatan ini bisa menjadi pengingat. Tulis nama peminjam, tanggal peminjaman, jumlah pinjaman, serta rencana pengembalian. Sangat sederhana memang, tapi cara ini bisa menjadi panduanmu. Selain selalu mengingatnya, kamu juga bisa memastikan jumlah uang yang dikembalikan teman atau kerabat nggak kurang apalagi lebih.

Tetapkan tenggat waktu pembayaran

Untuk menetapkan jangka waktu pinjaman, kamu bisa melihat kondisi keuangan teman atau saudara yang meminjam uangmu serta jumlah uang yang dipinjam. Selain itu, pastikan bahwa tenggat waktu yang dibuat merupakan hasil kesepakatan bersama, sehingga peminjam merasa lebih bertanggung jawab untuk mengembalikan uang tepat waktu, bahkan sebelum tanggal jatuh tempo.

Atur alarm pengingat

Setelah ditentukan bersama, sebaiknya kamu pun mengatur alarm pengingat tenggat waktu pembayaran pinjaman. Akan lebih baik jika hal ini dilakukan bersama-sama dengan temanmu. Cara ini bisa membuat kamu nggak lagi kikuk ketika hendak menagih utang tema, terutama untuk pinjaman dalam jumlah cukup besar.

Khusus untuk pinjaman besar, siapkan perencanaan pembayaran

Semakin besar jumlah pinjaman yang diberikan, tentu semakin besar pula risikonya. Kamu tentu nggak ingin ada masalah di kemudian hari, kan. Jadi, sebaiknya, diskusikan dengan temanmu soal bagaimana caranya melunasi pinjaman tersebut, misalnya dengan sistem cicilan atau kamu bisa membantunya mencari penghasilan tambahan. Hal ini agar situasi sungkan bisa dilepaskan dan jalinan pertemananmu nggak terputus hanya karena masalah utang.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life