DCSIMG

Inspiring Story

Profesi yang Rentan Depresi, Waspadai

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

Tingkatan stres pada setiap profesi memang berbeda. Dan untuk para pekerja, khususnya yang tinggal di perkotaan, serangan stres tampaknya sudah bukan hal baru lagi. Nyatanya, bukan cuma tumpukan pekerjaan yang menjadi sumber stres dari setiap pekerja. Konselor kesehatan mental Deborah Legge Ph.D. mengatakan bahwa beberapa profesi berikut ini sangat rentan mengalami depresi.

shutterstock_204543562Seniman, artis, atau penulis

Kamu termasuk dalam kategori ini? Pasti tahu dong di mana letak poin yang membuat kamu stres dan tertekan? Ya, penghasilan nggak tetap, jam kerja yang nggak jelas, dan hidup terisolasi dari dunia luar membuat ketiga pekerja dengan profesi di atas rentan stres. Akhirnya, nggak heran kalau banyak pekerja seni yang menderita mood disorders, lagi saat karya mereka ternyata gagal diterima publik.

Dokter dan suster

Lagi-lagi masalah jam kerja. Selain memiliki jam kerja yang nggak terbatas, dokter dan suster harus menghadapi bermacam trauma, kesakitan, kesedihan, hingga kematian setiap saat. Walaupun peristiwa tersebut terkesan “hal lumrah”, bukan berarti mereka lantas terbiasa menghadapinya. Justru, peristiwa tersebut membuat mereka semakin terbebani dengan tanggung jawab yang lebih besar lagi.

Pengajar

Yang berprofesi sebagai guru, coba angkat tangan. Tanggung jawab untuk membuat murid berhasil datang dari banyak pihak di lingkungan kerja, seperti orangtua siswa, pihak sekolah, bahkan diri sendiri. Saat ada satu saja murid yang mengalami kegagalan, maka bisa muncul rasa bersalah yang akhirnya menjadi beban. Belum lagi jika ada murid yang nggak bisa diajak bekerja sama di kelas, terbayang deh bagaimana stres-nya para pengajar ini.

Customer Service

Harus tetap tenang dan ramah pada saat menghadapi keluhan dan makian dari pelanggan menjadi tantangan tersendiri bagi para customer service. Sayangnya, kenyataan harus menahan emosi ketika berhadapan dengan pelanggan bisa membuat pikiran tertekan. Belum lagi perusahaan membebani tanggung jawab untuk bisa merespons pelanggan secepat mungkin.

Konsultan keuangan dan akuntan

Ini nih yang cukup pelik. Kedua profesi ini rentan stres karena masalah keuangan adalah masalah yang sangat sensitif, terlebih lagi para pakar keuangan ini mengurusi masalah keuangan orang lain. Tanggung jawab mereka sangat besar, salah perhitungan sedikit saja bisa merugikan keuangan klien. Ancaman ganti rugi pun selalu terbayang di depan mata.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life