DCSIMG

How To Be Wealthy

Waspadai Kekerasan Finansial dalam Rumah Tangga

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

shutterstock_282321806

Kekerasan dalam rumah tangga nggak hanya berupa kekerasan fisik dan verbal. Ada pula kekerasan yang tanpa kita sadari terjadi begitu lama hingga menjadi kebiasaan, yaitu kekerasan finansial. Pasangan yang terlibat dalam kekerasan finansial jarang sekali mendiskusikannya dengan orang terdekat. Alasannya, bisa saja malu atau merasa canggung saat harus membuka urusan keuangan rumah tangga.

Survei yang dilakukan oleh The Guardian menyebutkan bahwa 1 dari 10 pasangan menikah di Amerika mengalami kekerasan finansial yang dilakukan oleh pasangan mereka, dimulai dari hal-hal sederhana hingga melibatkan ancaman dan kekerasan fisik. Pelaku kekerasan finansial biasanya memaksa pasangannya memilih karier dengan penghasilan yang tinggi, bahkan memaksa pasangan untuk nggak bekerja sama sekali disertai ancaman untuk mengakhiri hubungan. Dengan melarang pasangan bekerja, pelaku bisa dengan mudah membuat pasangannya bergantung dan takut untuk pergi.

Pelaku kekerasan finansial pun seringkali sangat ketat menjaga alur masuk-keluar penghasilan keluarga. Ia nggak segan membatasi pengeluaran harian anggota keluarga. Ia juga nggak memiliki rekening pribadi, artinya satu rekening digunakan untuk semua kebutuhan agar mudah memantaunya.

Apa yang harus dilakukan jika terjebak dalam situasi tersebut? Ginger Dean, pakar keuangan dan founder Girls Just Wanna Have Funds, menjelaskannya. Berpisah mungkin adalah keputusan terbaik karena hubungan yang sejak awal dihiasi dengan kekerasan nggak layak dipertahankan. Namun ada baiknya terus berpikir positif dan mencoba memperbaiki keadaan tersebut.

Cobalah bicarakan permasalahan ini secara terbuka bersama pasangan. Hal apa saja yang menjadi pertimbangannya dan bagaimana pendapatmu. Kemudian, cobalah mencari pekerjaan dan membuka rekening baru untuk memisahkan pos keuangan harian dan simpanan. Temui teman yang bisa dipercaya untuk membantu menghadapi masa-masa sulit. Jangan lupa menyisihkan penghasilan dan asuransikan diri agar siap menghadapi situasi terburuk. Terakhir, konsultasikan permasalahan dengan keluarga, tanpa perlu merasa segan apalagi malu. Tiap orang memiliki masalah, tergantung bagaimana kita berjuang menghadapi masalah tersebut atau pilih menyerah dalam diam.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life