DCSIMG

Kuis

Tips Agar Tidak Terlihat Seperti Turis Saat Berlibur

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (1)

Tips Agar Tidak Terlihat Seperti Turis Saat BerliburMengapa? Karena, terlihat seperti turis bisa jadi menggiring Anda kepada kerugian finansial maupun sosial. Lengkapnya, baca tips di bawah ini.

  1. Perhatikan Gesture Anda
    Gesture mengindikasikan siapa Anda. Jika Anda selalu terlihat “celingak-celinguk” atau terlalu banyak bertanya, penduduk setempat akan tahu Anda turis. Sisi negatifnya? Bisa jadi Anda dikelabuhi, misalnya mendapat harga transportasi yang terlalu tinggi, diantar dengan rute yang terlalu berputar-putar, dan sebagainya.
  2. Pakaian terlalu mencolok
    Hindari pakaian yang bisa terkesan “sangat turis”. Terlepas dari pilihan tas Anda (backpack/koper derek), Anda tetap bisa terlihat sebagai non-turis. Misalnya, hindari ini terutama saat pertama tiba di bandara/stasiun tempat wisata: memakai kaca mata hitam terlalu sering, topi atau sarung pantai (jika tempat berlibur adalah pantai), atau atribut pakaian gunung yang terlalu mencolok (jika pergi ke pegunungan). Usahakan berpakaian kasual dan sewajarnya agar terhindari dari niat iseng atau kriminal penduduk setempat, seperti di trik sebelumnya.
  3. Gunakan bahasa setempat
    Mungkin Anda telanjur terlihat seperti turis, namun dengan lancar berbahasa daerah setempat, sedikit banyak menjadi “ice breaker” antara turis dan penduduk setempat. Baik ke dalam maupun luar negeri, usahakan membaurlah dengan mereka. Sebisa mungkin gunakan bahasa setempat. Keuntungannya? Harga barang bisa mendapat diskon, sikap ramah para pengemudi transportasi, memperluas teman baru di daerah wisata, & yang terpenting: kejujuran dari para penduduk.
  4. Cari tahu jalan utama dan alternatif di daerah wisata Anda
    Walaupun pakaian Anda telanjur terlihat seperti turis, jika Anda tahu jalan alternatif menuju daerah wisata yang Anda inginkan, penduduk setempat akan terkesan dan cenderung jujur kepada Anda. Menguntungkan jika Anda memiliki rekan di tempat berlibur sana, jika tidak, pastikan Anda telah melakukan riset kecil-kecilan tentang jalanan daerah wisata Anda.
  5. Kenali budaya khas daerah wisata Anda
    Terakhir, kenalilah budaya daerah wisata Anda. Di daerah wisata, tentunya banyak hal yang patut & tidak patut dilakukan, yang mungkin berbeda jauh dengan kita. Lakukan riset budaya kecil-kecilan. Contohnya, di Korea, senioritas dijunjung tinggi. Cara bicara & gesture kita tergantung dari perbedaan usia antar lawan bicara.

Di Singapura, ketertiban sangat dominan, jangan sampai melanggar peraturan hanya karena Anda turis. Hingga ke hal kecil seperti, orang Amerika yang cenderung tidak memakai air saat di toilet sehingga Anda mungkin harus membawa botol air tambahan untuk bersih-bersih setiap kali ke toilet. Hal-hal seperti ini penting untuk dikenali sebelum Anda berlibur sehingga meskipun Anda terlihat seperti turis dari segi pakaian, namun perilaku Anda terlihat adaptatif terhadap penduduk setempat.

Punya pengalaman unik atau serupa tentang hal ini? Share di sini dan raih gadget menariknya!

zakariyapada

Betul banget, sesuai pengalaman saya.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life