DCSIMG

How To Be Wealthy

Asuransi Syariah? Kenapa Tidak!

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (0)

Oleh, Fifin Chahyani R.N

Ketika kita telah mengarungi kehidupan rumah tangga, maka mau tidak mau kita akan dihadapkan pada persoalan-persoalan yang bersifat kompleks. Masalah keuangan yang membelit, pendidikan anak yang semakin mahal, biaya kesehatan yang melambung tinggi, hingga persoalan sosial dengan lingkup sekitar kita. Meski demikian, bukan berarti kita lantas berdiam diri dan menyerah dengan keadaan tersebut bukan ? pada dasarnya persoalan-persoalan dalam keluarga itu dapat dicari solusi jalan keluarnya melalui perencanaan-perencanaan yang dibuat dengan matang sehingga langkah yang harus ditempuh semakin jelas dan terarah.

Pada masa sekarang, banyak jalan untuk dapat menggapai masa depan yang lebih aman dan nyaman. Bisa dengan cara menabung atau berinvestasi. Namun, ada satu pilihan lagi yang harus kita cermati lagi keberadaannya, yaitu asuransi. Program asuransi dapat menjadi pilihan utama dalam sebuah perencanaan masa depan keluarga, karena dalam asuransi, kita akan dapat menjamin kehidupan jangka panjang lebih baik melalui premi yang kita bayarkan setiap waktu tertentu. Dengan asuransi, kebutuhan-kebutuhan primer kita akan lebih terjamin, seperti keuangan, kesehatan dan pendidikan anak. Setidaknya, dengan asuransi kita akan bernafas lega karena terbantu secara ekonomi, mengingat biaya kesehatan dan pendidikan yang semakin mahal.

Namun, ketika kita melakukan perencanaan masa depan, maka kita juga harus jeli dalam memilih program asuransi yang akan kita gunakan. Tidak semua program asuransi dapat membawa kemaslahatan untuk kita. Terutama asuransi-asuransi yang berbasis bisnis semata. Sehingga jika dikaji ulang, maka tidak menutup kemungkinan justru akan merugikan kita sendiri.

Nah, kini ada asuransi syariah yang dapat menjadi alternatif terbaik bagi perencanaan keuangan keluarga kita. Mengapa asuransi syariah ? yuk kita intip beberapa poin yang dapat menjadi referensi kita dalam berasuransi yang aman dan nyaman :

  1. Asuransi syariah diartikan sebagai usaha saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah (Dewan Syariah Nasional).
  2. Akad yang dilakukan pada asuransi syariah bersifat takaful (tolong menolong) dan asuransi konvensional bersifat tadabbuli (jual beli).
  3. Prinsip perhitungan investasi dana, jika pada asuransi syariah bersifat mudharabah (bagi hasil)
  4. Kepemilikan dana, pada asuransi syariah premi merupakan milik kita (peserta) seutuhnya, sedangkan pada asuransi konvensional premi menjadi milik perusahaan sehingga bebas untuk dialokasikan pada hal-hal yang lain.
  5. Pembayaran klaim, pada asuransi syariah diambil dari rekening tabarru’ (dana kebajikan), sedangkan pada asuransi konvensional diambil dari dana perusahaan.
  6. Keuntungan yang diperoleh pada asuransi syariah adalah dari berbagi hasil yang telah disepakati di awal, sedangkan pada asuransi konvensional keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan.
  7. Pada asuransi syariah tidak terdapat dana hangus. Dimana jika kita sudah tidak sanggup membayar premi dan berniat untuk berhenti, maka tidak ada dana yang hangus. Dana tetap dapat diambil kecuali dana tabarru’. Berbeda dengan asuransi konvensional, jika tidak sanggup membayar premi atau mengundurkan diri sebelum jatuh tempo maka akan ada dana yang dianggap hangus.

Jika menilik dari beberapa poin utama di atas, maka masihkah kita ragu untuk berasuransi syariah ? Terutama bagi kita umat muslim, tentu asuransi berbasis syariah ini akan menjadi investasi yang halal dan aman. Jika telah dipastikan halal, maka insyaAllah untuk ke depannya persoalan keuangan keluarga kita akan terjamin secara lahir dan batin.

Allah berfirman, “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap hari memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (masa depan). Dan, bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang engkau kerjakan.” (Al Hasyr:18).

Allah SWT memerintahkan kita agar selalu membuat perencanaan masa depan. Meski kemalangan, bencana, kematian, dll merupakan qadha dan qadar, namun perencanaan masa depan tetap harus dibuat agar kita dapat mengelola kehidupan kita secara lebih baik ketimbang mereka yang tidak melakukan perencanaan dalam hidupnya. So, asuransi syariah ? kenapa tidak !

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life