DCSIMG

Inspiring Story

Saya dan Mertua

Oleh Retno Sundari,

Komentar (0)

“Satu dari Empat Perempuan “Musuhan” dengan Ibu Mertua.Termasuk yang Manakah Anda, yang Satu atau yang Tiga?

“Satu dari Empat Perempuan “Musuhan” dengan Ibu Mertua”, begitu judul salah satu artikel di rubrik Perempuan di salah satu website berita online terkemuka edisi bulan lalu. Bagi saya berita tersebut menarik dan menimbulkan keinginantahuan apa yang menyebabkannya. Bukan karena saya adalah salah satu dari empat perempuan, lantaran, alhamdulillah,  saya termasuk di kelompok tiga dari empat perempuan di sisi yang lain. Sampai akhir artikel hanya satu point yang saya alami yaitu “mereka selalu siap mengasuh cucu mereka”, yang merupakan sisi positif ibu mertua.

satu dari empat perempuanArtikel tersebut semakin menyadarkan saya betapa berbahagianya saya punya ibu mertua seperti Mama. Saya memanggil ibu mertua saya dengan sebutan Mama dan ibu saya dengan sebutan “Ibu”. Jadi mudah membedakannya kan? Mama tidak seperti ibu mertua yang digambarkan di artikel tersebut, apalagi seperti peran ibu mertua di sinetron-sinetron yang senang membuat sengsara menantu perempuannya.

Soal mengasuh cucu, membuat saya tertawa karena teringat pengalaman lebih dari 10 tahun lalu, dimana anak saya mulai masuk playgroup dan tidak mau ditinggal di kelas. Sementara peraturan playgroup hanya membolehkan anggota keluarga (orangtua atau nenek/kakek) yang boleh menunggu si anak di kelas. Karena anak saya selalu menangis kalau ditinggal, sementara cuti saya sudah habis, akhirnya sang Oma aka ibu mertua saya, ikut menjadi “murid” playgroup selama dua bulan menunggui sang cucu di kelas. Alhasil, Oma hafal dengan segala lagu, permainan, dan tarian di playgroup tersebut. Lumayan menambah koleksi lagu dan permainan untuk bermain dengan cucu-cucunya. Tetapi selama masa adaptasi tersebut, kasihan Mama, sang murid playgroup selalu kabur kalau melihat Omanya datang menjemput untuk berangkat ke playgroup. Beliaulah yang dengan telaten mengantar dan menemani anak kami beradaptasi di playgroup tersebut dan hingga akhirnya sangat betah dan tidak mau pindah sekolah.

Kalau sedang mengobrol pada saat keluarga berkumpul, Mama sering cerita pengalaman ketika mengasuh anak-anaknya, termasuk suami saya, masih kecil. Tidak pernah sekalipun beliau membanggakan cara pengasuhannya, apalagi beranggapan lebih baik daripada apa yang kami lakukan sekarang. Mama orangnya ceria, sering bercerita pengalaman-pengalaman lucu beliau dan keluarga. Beliau juga sangat perhatian terhadap orang lain, termasuk bahwa menantunya yang satu ini tidak tahan makanan pedas. Jadi kalau Mama memasak makanan tradisional daerah asalnya yang terkenal dengan skala kepedasan 10 (dari skala kepedasan 1-10), beliau juga menyiapkan masakan dengan skala kepedasan 2 buat menantu yang beruntung ini.

Di usianya yang menjelang 75 tahun, Mama masih sehat dan aktif, mungkin karena beliau tidak pernah berpangku tangan serta selalu sibuk mengerjakan berbagai aktivitas di dalam dan di luar rumah. Di rumah beliau rajin melakukan berbagai kegiatan rumah tangga walaupun sudah ada asisten. Rumah selalu rapi dan bersih. Mungkin banyak yang menyangka Mama 100% ibu rumah tangga. Padahal sebelum mengambil pensiun dini, beliau berkarir di satu perusahaan lokal besar dan kemudian pindah ke sebuah perusahaan multinasional. Mama masih sibuk bersosialisasi (walaupun bukan sosialita) kumpul-kumpul dengan saudara dan teman-temannya, jalan-jalan bahkan sampai luar kota.  Satu ketika beliau bercerita baru pulang dari jalan-jalan dan menginap di Cipanas, reuni dengan teman-teman SMPnya. Karena tidak setiap hari ketemu, seringkali update mengenai aktivitas jalan-jalan Mama kita ketahui dari account FB-nya.

Hmmmm, judul temuan ini sebetulnya bisa juga “3 dari 4 Perempuan Mempunyai Hubungan yang Baik dengan Ibu Mertua Mereka”. Yang ini lebih banyak bukan? Tetapi sebagai judul artikel mungkin dianggap kurang menarik. Sama dengan kisah sinetron yang jarang menampilkan hubungan ibu mertua dan menantu perempuan yang mesra.

Saya tidak bisa studi banding dengan menantu perempuan Mama yang lain karena menantu yang lain laki-laki.

Sebentar lagi Mama akan berulang tahun ke-75. Selamat ulang tahun Mama, semoga selalu diberi kesehatan, kebahagiaan ,dan keceriaan🙂

Keep rocking Ma!

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life