DCSIMG

Inspiring Story

Katakan TIDAK pada Kantong Plastik

Oleh Bara Pattiradjawane,

Komentar (2)

Membahas tentang gerakan hijau, sering kali bisa menjadi sangat membosankan. Saat ini banyak perusahaan yang seolah berlomba-lomba untuk berkampanye ‘Go Green’. Terutama mereka yang paling banyak menyumbang limbah bagi lingkungan. Memaparkan tentang ‘Eco Living’ memang memberikan image caring. Tak heran banyak lembaga menjalankan konsep go green ini sebagai salah satu kampanye kehumasan. Apapun niat dan tujuannya, menurut saya patut diacungi jempol. Tetapi, sayangnya masih banyak pihak yang susah diajak mengerti dengan konsep go green.

Say No to Plastic BagSaya baru saja selesai berbelanja di sebuah pasar swalayan yang mega super. Semua ada, semua dijual, semua bisa didapat. Sewaktu membayar, saya mengantri di belakang seoarang ibu yang membeli, 4 kotak (1 kotak isi 6, jadi total 24 botol) botol minuman vitamin C berdosis tinggi rasa jeruk. Lalu ada beberapa makanan kaleng, biskuit, tissue, sabun cuci piring, dan beberapa kebutuhan rumah tangga lainnya. Petugas kasir dari pasar swalayan dengan santun dan senyum menawarkan apakah si Ibu berminat untuk membeli tas pakai ulang, dialognya kurang lebih seperti ini:

“Selamat sore Ibu, apakah Ibu bersedia membeli tas kami ini untuk mengurangi kantong plastik? Harganya Rp. 10.000,-“

Si ibu hanya melihat tas yang berwarna hijau itu, lalu melihat setengah melongo ke petugas kasir sambil berkata, “Buat apaan?”

Masih dengan senyum manisnya mbak berkata “Ya untuk membantu mengurangi limbah plastik, Bu”. Melihat usaha baik sang petugas kasir, saya yakin sudah ada SOP di pasar swalayan ini tentang bagaimana menerangkan kenapa lebih baik menggunakan tas pakai ulang.

Sekali lagi hanya melongo dan ibu tadi berucap “Enggak ah, gak ada guna!”

Wah, sebegitu tidak pedulinya kah kita akan masalah plastik ini? Tas pakai ulang seharga 10ribu, sementara 24 botol minuman bervitamin totalnya kurang lebih 150ribu. Memang tak saya dipungkiri, berbicara tentang limbah plastik itu tidak menarik, tidak seru, tidak hits -kalau kata anak-anak jaman sekarang- dan pastinya juga tidak asik. Kenapa begitu? Sebab kita selalu berpikir kalau imbas dari limbah plastik ini tidak berefek langsung kepada kita. How so very wrong we are!

Beberapa kerabat yang sering saya ajak diskusi tentang penggunaan kantong plastik sering berkelit, “Kantongnya di daur ulang kok sebagai kantong sampah di rumah!”. Point taken. Masalahnya, saat ini hampir setiap belanjaan yang kita terima kaan dibungkus dengan kantong plastik. Misalnya, membeli 1 strip obat sakit kepala yang berisi 4 tablet saja menggunakan kantong plastik. Padahal kita bisa menyelipkannya di saku baju, atau langsung cemplungin dalam tas saja, kan?

Mungkin kita akan bilang “Ah, kan hanya satu kantong kecil saja, enggak pengaruh lah.” Pendapat ini salah, pengaruhnya sangatlah besar! Agar lebih mudahnya saya berikan ilustrasi di Indonesia. Penduduk Indonesia sudah di kisaran 250 juta orang. Kalau ada 10% yang menerima ‘kantong kecil’ berarti ada 25.000.000 kantong kecil yang akan jadi limbah. Mengapa begitu? Karena ketika sampai di rumah, obat sakit kepala dikeluarkan dari kantong palstik, lalu kantong dibuang karena ukurannya kecil dan tidak ada guna untuk apapun. Ini baru kasus di Indonesia.

Di Amerika Serikat, menurut informasi dari sebuah situs, setiap 5 detik ada 60.000 kantong plastik digunakan. Ya! Setiap 5 detik. Saya tidak salah ketik. So please, start thinking Bright Friends! Efeknya mungkin tidak kita rasakan langsung sekarang ini. Tapi efeknya akan terasa jangka panjangnya. Pikirkanlah anak-anak kita yang akan merasakan pengaruh dari plastik-plastik ini semua. Tidak perlu diingatkan kan kalau plastik itu tidak akan terurai sampai 300-an tahun?

Memang saya tidak mengatakan untuk sama sekali jangan terima kantong plastik. Tapi paling sedikit kurangilah pemakaian kantong plastik. Sekarang banyak sekali dijual tas-tas pakai ulang yang bisa dilipat sampai kecil sekali. Gampang masuk tas maupun kantong. Edukasi suami atau istri dan pastinya anak-anak kita juga. Karena edukasi adalah salah satu jalan dan kunci kedisiplinan. Untuk bisa menerapkannya butuh disiplin tinggi.

Intinya begini, kalau kita care dengan bumi pertiwi kita, bumi akan care kembali ke kita. Jika kita tidak peduli, maka bumi juga tidak akan peduli dengan kita dan akan menghancurkan dirinya. Its as simple and easy as that! Seperti layaknya hukum timbal balik yang Anda kenal. Yuk, Bright Friends mulai berpikir dan bertindak. Mari mulai dengan “katakan TIDAK pada kantong plastik!”

rainnyranitatapada

Hai Bara Pattiradjawane,
wah tulisan yang sangat menarik dengan tutur bahasa yang sangat mudah dimengerti..

Perkenalkan, saya Ranita, dari Greeneration Indonesia, saya pribadi sangat setuju dengan tulisan Mas diatas, dan kutipan yang menarik juga adalah “kalau kita care dengan bumi pertiwi kita, bumi akan care kembali ke kita. Jika kita tidak peduli, maka bumi juga tidak akan peduli dengan kita dan akan menghancurkan dirinya. Its as simple and easy as that! ”

Sayang sekali memang, belum banyak yg merasa menggunakan reusable bag adalah kebutuhan, maka.. jadi tugas bersama untuk kita semua menularkan semangat positif menangani masalah sampah ini terutama plastik 🙂

terimakasih, keep writing good message
regards

    Brighter Life Indonesiapada

    Hai Ibu Rainny,

    terima kasih atas apresiasinya, Brighter Life akan sampaikan ke Mas Barra.
    Semoga pesan positif ini dapat diikuti oleh kita semua ya.

    Have a great day! 🙂

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life