DCSIMG

How To Be Wealthy

Bayar Diri Sendiri Terlebih Dahulu

Oleh Prita H. Ghozie, Zapfin

Komentar (2)

Apa kesibukan Anda setiap hari?

Saya adalah seorang perencana keuangan independen yang merupakan CEO di perusahaan konsultan kami, seorang penulis, seorang pembicara, dan seorang ibu rumah tangga. Setiap hari, 24 jam tidaklah cukup untuk menjalani rutinitas tersebut. Apalagi, lebih dari 15 jam diambil  untuk bekerja. Well, siapa bilang Ibu rumah tangga bukanlah sebuah pekerjaan? Karena itulah, saya merasa harus bisa mendapatkan reward yang sebanding.

Nah, sekarang mari intip saldo investasi Anda. Bagaimana hasilnya?

Di berbagai kesempatan talk show, saya sering menggelitik perasaan banyak pendengar dengan membuat pernyataan: “Jika sudah bekerja 3 tahun, tapi tidak punya tabungan, Anda patut waspada. Jika sudah bekerja 5 tahun, tapi tidak punya tabungan, ini lampu KUNING. Jika sudah bekerja 8 tahun, tapi tidak punya tabungan, ini lampu MERAH!”.

Jika setelah mengatakannya, banyak yang bertepuk tangan, maka saya menarik kesimpulan, banyak orang yang mendengarkan saya saat itu sedang berada di golongan lampu merah.

Kok bisa? Jawabannya adalah karena kebanyakan orang, akan membuat prioritas alokasi penghasilan sebagai berikut;

  • Bank: untuk bayar kartu kredit, pinjaman, dan lainnya.
  • Pemerintah: untuk bayar pajak.
  • Diri sendiri.

Jika Anda ingin menjadi lebih sejahtera, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah Pay Yourself First alias membayar diri sendiri terlebih dahulu.

Membayar diri Anda terlebih dahulu artinya mampu menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan dan investasi diri sendiri terlebih dahulu. Lebih tepatnya, sebelum membayar segala tagihan, dan membeli beragam kebutuhan rutin tumah tangga.

Hasil dari tabungan dan investasi ini sendiri pun tidak akan digunakan dalam jangka waktu dibawah setahun. Melainkan akan digunakan sebagai saat memasuki masa pensiun, atau saat berusia diatas 50 tahun.

Kebiasaan ini sendiri, jika dilakukan secara rutin, maka bisa menjadi modal menuju kesejahtaraan hidup seseorang.

Here comes the next question;

            “Sebaiknya, bagaimana perhitungan terbaik mengenai tabungan satu ini?

Idealnya, Anda harus membayar diri sendiri terlebih dahulu sebesar 5% hingga 10%. Apabila Anda ikut program Jaminan Hari Tua pemerintah, maka sebetulnya 5,6% dari penghasilan sudah dialokasikan pada saldo tabungan, dan tidak bisa dikutak-katik. Artinya, Anda hanya perlu menambahkan setidaknya 5% dari penghasilan lagi, untuk dialokasikan kedalam produk investasi.

Lalu, bagaimana caranya agar dapat membayar diri Anda terlebih dahulu? Cara terbaik adalah dengan membuat proses penyisihan uang secara otomatis!

Dengan bantuan penyisihan otomatis, Anda sebetulnya tidak akan merasa harus berhemat (sesuatu yang saya yakin kita semua benci untuk melakukannya). Namun, kita harus tanamkan bahwa uang yang bisa dibelanjakan hanyalah 90% dari penghasilan rutin.

Menanamkan  pemikiran seperti diatas tentunya akan memberikan dampak psikologis yang berbeda, jika anda mengirit-irit pengeluaran dari 100% penghasilan. Percaya deh, cara mengirit-irit seperti itu tidak akan memberikan perubahan yang signifikan terhadap tabungan Anda.

Karenanya, ayo buat instruksi debit otomatis dari rekening penerima gaji ke rekening investasi yang dimaksud. Untuk pemula, jumlahnya cukup 2% dari penghasilan rutin Anda. Kemudian, setiap 6 bulan sekali lakukan peningkatan persentase penyisihan hingga target 30%.

Nah, jika Anda menerima penghasilan yang sifatnya non-rutin, ibarat rezeki durian runtuh, gunakan penghasilan tersebut untuk melunasi seluruh utang yang dimiliki. Bila tidak ada utang, maka sisihkan 50% penghasilan tersebut sebagai bentuk investasi. Lalu, porsi 50% nya lagi bisa Anda gunakan untuk senang-senang.

Namun, bagaimana jika Anda sudah menyisihkan penghasilan tetapi sisa uang ternyata tidak cukup untuk membayar biaya hidup rutin? Anda punya dua pilihan.

Pertama, lakukan penyesuaian taraf hidup. Coba deh lakukan penghematan di sana dan sini. Istilahnya, kalau orang mau potong rambut, dicepak kanan-kiri-atas-bawah.

Begini, masing-masing keluarga tentu memiliki prioritas yang berbeda-beda dengan kebutuhan hidupnya. Apa pun itu, Anda harus dapat melakukan penyesuaian, jika ingin menjalani hidup yang lebih sejahtera hingga masa pensiun.

Kedua, cari penghasilan tambahan, tetapi jalani hidup seakan-akan penghasilan tidak bertambah. Jadi, dengan taraf hidup yang sama, Anda bisa menyisihkan untuk tabungan dan investasi.

At the end, apa pun cara yang dapat Anda jalankan untuk membayar diri sendiri terlebih dahulu, jalankanlah! Tidak pernah ada kata terlambat untuk merubah kebiasaan menjadi lebih baik. Semoga bermanfaat, and remember to always live beautiful life!

Timotiuspada

Cara ini terbukti lho. Saya sudah coba sejak th 2001, mulai dg menyisihkan hanya 125 rb sebulan, dg autodebt CC. Sekarang kami bisa menyisihkan sampai 20% income, dan merasa nyaman menghadapi masa depan.

    Brighter Life Indonesiapada

    Langkah yang baik Pak Timotius! semoga tetap berlangsung, agar masa depan Anda dan keluarga cerah🙂

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life