DCSIMG

How To Be Healthy

Kitchen Plan

Oleh Bara Pattiradjawane,

Komentar (3)

Kalau di kantor ada business plan dan financial plan, maka ada baiknya di rumah ada juga kitchen plan; sebuah perencanaan yang disiapkan agar roda perputaran dapur dapat berjalan dengan baik dan mulus. Jangan anggap remeh kitchen plan ini. Semua, dalam hidup (dan bisnis tentu saja) kalau direncanakan dengan seksama dan matang akan memberikan hasil yang maksimal.

Menurut informasi yang saya baca di Google, makanan yang dibuang oleh orang Amerika per harinya, bisa mengisi sebuah stadion dengan kapasitas 90.000 orang!

Coba bayangkan! Per hari!

Saya sendiri kurang tahu bagaimana di negara kita ini, tapi pembuangan makanan, yang berarti pemborosan, pasti sering terjadi. Dan hal tersebut, (biasanya) terjadi karena buruknya perencanaan di dapur.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan?

Banyak sekali. Salah satunya adalah menyiapkan kitchen plan! Nah, mari kita simak beberapa tips berikut.

The Menu!

Yang pertama dan paling penting adalah menu!

Kita harus tau sajian apa yang akan dihidangkan? Sebaiknya, kita sudah punya perencanaan menu untuk 1 minggu ke depan.

Jadi, mulai sekarang mari luangkan waktu sehari, atau sejam dalam satu minggu untuk merencanakannya.

Jika belum punya ide, pergi saja ke toko buku karena ada banyak sekali kitab-kitab resep beraneka ragam yang bisa didapatkan. Untuk amannya, pilihlah buku masakan yang judulnya berbau “hidangan favorit sehari-hari.” Buku jenis tersebut banyak sekali. Malah beberapa ada yang spesifik. Sepertianeka ayam, aneka daging, ikan, sayuran, dan sup. Tinggal pilih sesuai dengan selera.

Namun, kalau Anda adalah tipe yang doyan masak dan ingin berpetualangan, silakan mengarang resep sendiri. Hanya saja, jangan lupa untuk melihat aspek gizi.

Dalam seminggu, Anda harus imbang antara protein dari daging sapi, ayam maupun ikan, dengan protein nabati dari tahu dan tempe, serta jangan lupa untuk menghadirkan menu sayuran setiap harinya.

Setelah itu, barulah pertimbangkan aspek variasi rasa. Let say, Senin cita rasa Minang, Selasa cita rasa Manado, Rabu oriental Chinese, dan seterusnya. Karang menu secara kreatif, tapi jangan sampai kebablasan dan menciptakan hidangan yang tidak dikuasai cara membuatnya karena susah dan rumit. Keep it simple!

Happy Shopping!

Langkah selanjutnya adalah berbelanja! Bagian yang cukup menyenangkan. Siapkan daftar belanja dari menu yang sudah di-planning. Rencanakan perjalanan ke pasar swalayan, atau pasar tradisional, maksimal sekali dalam satu minggu.

Ingat! Satu kali dalam seminggu! Jika Anda pergi beberapa kali dalam seminggu, maka banyak tambahan belanjaan yang akan dibeli. Hal tersebut akhirnya menjadikan plan Anda berantakan.

So, tetap fokus dan jangan usil dengan mengambil bahan-bahan yang tidak ada di dalam daftar. Disiplinkan diri! Kalau pun mau beli sesuatu, harus sebagai tambahan yang berguna dan batasi jumlahnya. Kalau belanja bablas, ya rencana dapur sudah tidak ada gunanya.

Satu hal lagi! Jangan pernah sekali-sekali belanja dengan perut kosong. Belanja bila sedang lapar akan berakibat ‘laper mata’, dan semua terlihat sedap, sehingga semua barang ingin dibeli. Kalau sudah begini, kitchen plan dijamin akan gagal total!

Kuantitas

Ini juga penting sekali. Belanja mengikuti daftar harus diparalelkan dengan jumlah yang seimbang dengan kebutuhan, dalam hal ini menu untuk seminggu!

Saya kembali mengingatkan! Banyak sekali bahan makanan terbuang karena jumlahnya tidak diperhitungkan.

Contoh, bila kita akan menghidangkan masakan dengan daging sapi sebagai bahan utamanya, sebaiknya kita menghitungnya seperti berikut;

Bila ada 4 orang dewasa di rumah, dan dalam seminggu akan memasak 2 menu daging sapi, dengan asumsi 50 gram daging sapi per kepala, maka 50 gram x 4 orang x 2 menu = 400 gram.

Jadi, 400 gram daging sapiadalah yang dibutuhkan untuk seminggu. Mau dilebihkan boleh, tapi batasi sampai hanya 10% dari total, atau dalam hal ini menjadi 450 gram.

Bagaimana dengan bahan lain? Seperti bawang merah contohnya?

Jika Anda berbelanja di pasar swalayan, pembelian bahan baku seperti bawang memang biasanya dijual dengan kemasan jumlah besar (rata-rata 500 gram).

Untuk mengatasinya, belilah bumbu dasar di tukang sayur yang lewat depan rumah. Atau, kalau ada teman dekat/tetangga, mungkin bisa berbagi dari satu bungkus besar bumbu dapur yang dibeli di pasar swalayan. J

Penyimpanan bahan baku

Last but not least adalah cara penyimpanan bahan baku. Hal ini harus diperhatikan juga, dan direncanakan penyimpanannya secara seksama!

Kita ambil contoh daging sapi tadi. Karena jumlah yang dibeli adalah bahan baku untuk 2 macam menu, itu berarti sebelum digunakan, daging harus disimpan dengan cermat agar tidak menjadi busuk.

Permasalahannya sekarang adalah, daging yang disimpan dalam kulkas itu hanya bisa bertahan paling lama 12 jam. Karenanya, bila daging baru digunakan beberapa hari sesudah hari belanja, maka sebaiknya daging dibekukan dalam freezer.

Jadi, bagi daging menjadi dua! Kemudian, sebelum dibekukan, potong atau iris menurut kebutuhan menu. Misalnya, untuk resep soto, bisa dipotong dadu kecil. Sedangkan untuk menu korean bulgogi, iris tipis daging tadi.

Saat akan digunakan, usahakan untuk mengeluarkan daging minimal 6 jam sebelum akan diolah. Saya sendiri, biasanya mengeluarkan daging saat malam hari, tepatnya sebelum tidur, agar mengurangi pertumbuhan bakteri, dan siap untuk digunakan keesokan paginya.

Bagaimana dengan bawang? Kalau ingin menyiapkan semuanya, bawang dapat dikupas dan diiris tipis atau dicacah. Tambahkan sedikit garam agar bawang tidak berubah warna dan beri minyak sayur biasa sebagai pengawet dan simpan dalam kulkas. Ini terutama sangat praktis bagi mereka yang ingin masak sendiri, karena bumbu sudah siap digunakan.

Nah, kalau menyiapkan sebuah kitchen plan yang sedehana tapi sempurna, pembuangan dan pemborosan makanan bisa dihindari.

Oh iya! Anda juga harus ingat satu hal! Ini bukanlah perencanaan bisnis!

So always keep it fun!

Happy cooking to all of you!

Kukkipada

Very usefull article.. thanks!

Candypada

very good articles.

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life