DCSIMG

How To Be Wealthy

Persiapan Lebaran

Oleh Prita H. Ghozie,

Komentar (0)

Saat saya melihat hiasan ketupat di pusat perbelanjaan besar, saya pun tersadar bahwa lebaran tinggal sebentar lagi. Hari Raya Idul Fitri adalah sebuah perayaan Hari besar bagi umat Muslim di seluruh dunia. Meski demikian, di Indonesia nyaris semua penduduk turut bersuka cita dalam menyambut lebaran yang akhirnya menjadi sebuah pengalaman festival tersendiri.

Dalam menyambut lebaran, saya biasa melihat ada 3 peristiwa besar yang akan berdampak pada urusan finansial. THR, mudik atau liburan, dan belanja. THR merupakan penghasilan tahunan yang biasa dinantikan oleh banyak karyawan di Indonesia. Namun, meski  penghasilan banyak rumah tangga di periode menjelang lebaran meningkat hingga 100%, kenyataannya masih banyak keluarga yang berakhir dengan saldo nol bahkan utang kartu kredit pada akhir musim lebaran.

Sebenarnya apa penyebabnya? Lalu apa saja tips untuk bisa selamat setelah musim lebaran? Simak tips berikut.

#1. THR

Sebaiknya Anda mempersiapkan anggaran sedari sekarang. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah alokasikan bayar zakat mal yang tertunda, zakat profesi, dan tentu saja zakat fitrah yang wajib bagi semua umat Muslim. Lalu, usahakan sebaik mungkin, pos pengeluaran lebaran hanya 80% (maksimal) dari total THR yang diterima.

Kenapa? Karena 20% nya lagi sebaiknya dipergunakan untuk membeli Qurban untuk Idul Adha nanti, dan juga diinvestasikan.

#2. Budget Mudik

Budaya mudik memiliki konsekuensi dari segi finansial. Selain biaya transportasi, sebagai orang Timur kita terbiasa membawa oleh-oleh dan berbagai macam hadiah bagi keluarga di kampong halaman. Nah, seringkali masyarakat merasa bahwa pengeluaran yang berlebih ini sifatnya hanya setahun sekali, jadi istilahnya di’halal’kan. Meskipun untuk membelinya Anda sibuk gesek kartu kredit sana-sini.

Lalu, mudik juga identik dengan liburan bagi Anda dan keluarga. Pastinya, pulang dari daerah asal, Anda juga kembali akan membeli oleh-oleh bagi keluarga di Jakarta atau kota tempat Anda bekerja. Nah, ini dia sumber kebocoran lain. Sudah berangkatnya saja berat di ongkos, eh pulangnya malahan nambah bolong dompet! J

Dari 80% jumlah THR yang dialokasikan untuk keperluan lebaran tahun ini, sebaiknya hanya gunakan sekitar 30%-50% untuk keperluan mudik.

Berikut ini pos pengeluaran saran saya:

  • Pos transportasi: bisa dipersiapkan dengan bantuan kartu kredit atau gesek tunai.
  • Pos akomodasi: meski di kampung halaman dan menginap di rumah keluarga, ada baiknya mempersiapkan dana untuk sumbangan makanan dan biaya selama menginap disana.
  • Pos makan dan jajan: Untuk pos ini, saya mempersiapkan dalam bentuk uang tunai. Faktanya di daerah masih belum banyak tempat yang menerima gesek tunai, atau jumlah mesin ATM yang mungkin tidak sebanyak di kota-kota besar.
  • Pos belanja dan oleh-oleh: Anda harus sangat disiplin dalam pengeluaran ini. Cara termudah adalah hanya mengalokasikan sejumlah uang di rekening belanja yang nantinya Anda gunakan saat membayar.

#3. Belanja Lebaran

Prioritas pertama adalah kebutuhan terdekat! Antara lain misalnya memberikan THR kepada para pekerja di rumah seperti pembantu rumah tangga, supir, pengasuh anak, dan mereka yang telah membantu kita melakukan pekerjaan rumah tangga saat kita bekerja di kantor. Bila kita mendapat THR dari tempat bekerja, mereka yang bekerja untuk kita juga berhak lho mendapatkan THR.

Priotitas kedua tentu saja menyiapkan makanan Lebaran. Bagi yang masih memiliki orang tua atau saudara dekat di kampung halaman, maka anggaran untuk mudik wajib disisihkan. Jangan lupa masukkan juga biaya oleh-oleh dan bantuan untuk sanak saudara. Bila dananya tidak ada, maka Anda dapat mengirimkan saja bantuan dana melalui transfer atau wesel. Mudik ke kampung halaman? Bisa ditunda untuk liburan berikutnya. Selain bebas dari kemacetan, umumnya harga kamar penginapan pun lebih murah saat musim sepi.

Pakaian baru, aksesoris dan hal-hal lain yang sifatnya kemewahan dapat ditunda juga. Bila terpaksa juga harus membeli, prioritaskan untuk keperluan anak-anak karena mereka sulit mengerti bila tidak mendapat barang baru. Nah, kalau dananya memang cukup, maka tidak ada salahnya membeli barang baru untuk seluruh anggota keluarga.

Berbelanja keperluan lebaran bisa jadi akan menguras THR Anda dengan cepat. Godaan dan tawaran diskon dari pusat perbelanjaan saya akui akan sangat menggoda bagi kita semua. Kunci keberhasilan agar dompet tidak bocor adalah memiliki daftar belanja yang disesuaikan dengan alokasi pos pengeluaran. Bawalah daftar belanja ini saat Anda ke pusat perbelanjaan dan usahakan untuk berbelanja tidak dalam keadaan perut lapar.

Anyway, bagaimana dengan persiapan lebaran Anda? Bagaimana pun caranya, marilah kita rayakan kemenangan ini dengan bijak dan membawa manfaat yang lebih baik bagi kehidupan finansial kita semua. Saya selalu percaya bahwa bulan suci Ramadhan dan musim lebaran akan membawa keberkahan dan rezeki bagi kita semua.

Selamat lebaran. Live a Beautiful Life!

 

 

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life