DCSIMG

How To Be Healthy

Hot Pot Cooking: A Delicious Way to Smart Cooking

Oleh Bara Pattiradjawane,

Bright Friends, apakah Anda pernah makan shabu-shabu Jepang, atau dalam kuliner China popular dengan sebutan ‘hot pot’?

Di Jepang sendiri, hidangan satu ini identik dengan musim dingin karena kuahnya ditengarai dapat menghangatkan tubuh. Namun, pada kenyataannya, kepopuleran shabu-shabu (atau hot pot) tidak mengenal musim, dan bisa disantap kapan saja.

Saya pun berani mengkategorikan shabu-shabu sebagai hidangan ‘smart cooking’ karena cukup mudah dibuat, dimana cukup mencelupkan irisan tipis daging dengan aneka sayuran ke dalam kuah panas.

Pada dasarnya, membuat shabu-shabu atau hot pot sangatlah mudah. Kita hanya butuh kuah beraroma dan bahan sayuran apapun yang bisa didapatkan dari dalam kulkas. Ya! Pada prinsipnya, semua jenis sayuran itu bisa digunakan sebagai pendamping shabu-shabu. So, be creative adalah kunci dari hidangan satu ini.

Sebagai contoh, berikut adalah shabu-shabu versi sederhana hasil kreativitas saya yang biasa disantap bersama keluarga atau teman saat weekend.

Simple and Easy Shabu-Shabu Hot Pot

Untuk resep ini, dibutuhkan sebuah panci dengan ukuran agak besar dan lebar yang bisa menampung 2 liter air, sebuah kompor gas kecil yang bisa diletakkan di tengah-tengah meja makan, serta sumpit untuk memudahkan memasak dan mencelupkan bahan-bahan makanan.

Pertama-tama, kita harus terlebih dahulu membuat kuah beraroma yang sedap. Saya sendiri punya tiga alternatif bumbu;

  • Alternatif pertama, menggunakan kaldu blok rasa ayam atau sapi (sesuai selera).
  • Alternatif kedua, menggunakan tulang ayam untuk bisa menarik kaldunya; dan
  • Alternatif ketiga, bereksperimen menggunakan ceker ayam. Untuk yang satu ini saya berhasil mendapatkan rasa kuah yang sedap dengan biaya yang cukup ekonomis mengingat harga ceker yang murah.

Jika sudah memilih satu dari tiga opsi, saya lalu merebusnya dengan air yang sudah setengah mendidih (simmer) dan menambahkan beberapa lembar keripik rumput laut agar bisa mendapatkan rasa kuah yang mendekati otektik. Jika air kuah sudah mendidih, saya pun mengecilkan api, lalu memasak kuah tersebut dengan api kecil selama kurang lebih 1 jam.

Sedikit tips, sewaktu merebus bumbu, jika terlihat buih-buih berwarna kecoklatan mengapung di bagian atas, cobalah untuk mengangkat buih tersebut sebanyak mungkin agar rasa kuah tidak menjadi anyir nantinya.

Sembari menunggu kuah matang, sekarang saatnya mempersiapkan bahan baku utama yaitu irisan daging sapi yang diiris setipis kertas. Kalau di dapur ada daging yang masih utuh, masukan sejenak ke dalam freezer. Saat mulai mengeras, iris tipis dengan pisau tajam. Atau, jika ingin praktis, saya biasanya membeli daging khusus shabu-shabu di pasar swalayan.

Selain daging sapi, Bright Friends bisa juga bisa mengikuti cara saya yang sering menambahkan daging ayam, ikan, udang, dan tentu saja juga aneka macam bakso.

Jika sudah, saya biasanya melihat isi kulkas. Ada sayuran apa saja di dalamnya? Saya sendiri seringkali menggunakan beragam sayuran. Mulai dari sawi, pokchoi, bayam, kangkung, wortel, daun bawang, daun selada keriting, jamur, hingga jagung muda.

Tidak hanya itu, agar makin meriah saya juga menyiapkan tahu dan mie telor sebagai bahan baku tambahan.

Namun, agar memudahkan nantinya, saya terlebih dahulu harus:

  • Mengiris lebar daun sawi dan pokchoi
  • Memotong panjang (kurang lebih 15cm) kangkung
  • Mengiris tipis melintang wortel
  • Tak lupa, saya pun merebus terlebih dahulu mie telor tersebut dengan air setengah matang

Agar bisa makan makin nikmat, saya biasanya menyiapkan saus cocolan yang dibuat dari campuran kecap asin, cacahan bawang putih, dan cabai merah (atau cabai rawit kalau ingin super pedas). Jika terlalu asin, saya biasanya mengencerkan saus tersebut dengan sedikit air dan menambahkan gula secukupnya.

Saat sayuran, daging, serta beragam bahan tambahan sudah siap, saya pun lalu menyusun semua bahan di piring besar dan meletakkannya di meja makan. Setelah menyaring dan membuang kalduatau tulang atau ceker ayam dan keripik rumput laut, kuah shabu-shabu pun sudah siap digunakan.

Bersenjatakan sumpit, saya dan keluarga atau teman pun langsung mencelup-celupkan bahan-bahan yang sudah disiapkan ke dalam kuah, lalu melahapnya selagi hangat.

Hmm… Sedap!

Bagaimana? Cara yang smart dalam memasak kanHappy cooking, Bright Friends!

Menurut Bright Friends, apa arti ‘smart cooking’ menurut Anda? Sertakan jawaban Anda di bawah ini ya!

 

Ilham Buchoripada

smart cooking menurut definisi saya adalah mengolah masakan menjadi sehat dan menghasilkan masakan yang memenuhi standar tinggi untuk rasa dan gizinya. Tak hanya itu, dalam menggunakan bahannya juga tidak berlebihan.

Verry Vernonpada

Smart cooking itu bkn hny sekedar bisa masak enak tp bgmn kita memberikan angka kecukupan gizi sesuai kebutuhan org2 yg akn menikmati makanan tersebut

Dimas Aryo Perdhanapada

Smart Cooking adalah bagaimana mengolah bahan makanan yg ada, dengan cara yg mudah atau tidak merepotkan tetapi menghasilkan makanan yg istimewa tanpa perlu banyak biaya

Fathor Rasyidpada

smart cooking bg sy sangat luar biasa maknanya. Bagaimana tdk, sebagai seorang cowok/suami/ayah sy tdk merasa canggung dan risih sedikitpun berada didapur.
Sy sangat menikmati dan enjoy ketika hrs memasak didapur untuk sarapan anak dan istri, apalg masakan sy yg sangat sederhana (sprt sup) sangat digemari keluarga. Sungguh memasak tlh mnjd magnet bg sy untk makin dekat dan cinta dg keluarga

Reni Susantipada

Smart Cooking literally means smart in the way you cook your food. In my opinion it also means that you cook in an easy, fun way. and off course in a healthy way too. Not only healthy in the food ingridients but also in the way you cook the food. So in the end, the food will serve its purpose: easy in making, delicious, healthy and fun to make 🙂

Dwi irawatipada

Smart cooking menurut saya adl memasak dg cerdas, arti yg pertama cerdas dlm memilih bahan yg akn dimasak, pilih bahan yg bergizi, tdk perlu mahal krn bahan yg ekonomis pun jg tdk kalah bergizi.. Yg kedua adl cerdas dlm mengolah masakan, dmn dr bahan2 yg ada bhkan bahan ekonomis skalipun bs diubah mjd hidangan nikmat dan bergizi. .

Lisia Indra Saripada

Smart cooking adalah memaksimalkan bahan masak dan budget yang ada menjadi hidangan yang nikmat dan dapat dinikmati seluruh anggota keluarga.

Paulina SIlviapada

Smart cooking menurut saya bisa diartikan sebagai cara memasak yang mampu membuat masakan biasa menjadi masakan atau menu yang luar biasa atau istimewa, dengan bereksperimen menggunakan variasi atau kombinasi bahan atau penyajian yang dapat membuat masakan tidak hanya sekedar enak dan menyehatkan, tetapi juga bisa meningkatkan mood atau selera makan..
🙂

Andi Saputrapada

smart cooking adalah cara memasak dengan kemampuan maksimal kita untuk menciptakan masakan dengan cita rasa tinggi dan bisa membuat masakan tersebut di sukai sama orang sekitar kita, bahkan dari segi tampilan masakan tersebut mempunyai daya tarik seseorang sehingga seseorang tersebut jadi ingin mencicipinya

Erika Hairanypada

Smart Cooking dapat diartikan sebagai cara kita mempersiapkan segala sesuatu sebelum dan selama proses memasak dengan lebih praktis tanpa memakan banyak waktu, apalagi bagi kita yang disibukkan oleh banyaknya aktivitas di luar rumah. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
a. membuat daftar menu makan pagi, siang, dan malam selama beberapa hari ke depan untuk memudahkan menyiapkan kebutuhan yang akan dimasak, baik itu bahan baku maupun bumbu-bumbunya.
b. setelah itu masak makanan dengan setengah jadi agar lebih menghemat waktu. Misal, bila menu makan malam adalah ayam goreng, maka sebelumnya ayam sudah ‘diungkep’ dan disimpan di kulkas.
Aspek kebersihan juga menjadi penting, karena dengan menyiapkan / memasak makanan sendiri, kualitas kebersihan lebih terjaga. Semoga bermanfaat.

Fajar Rhenzy Elazapada

Smart Cooking menurut saya adalah bagaimana caranya kita untuk menghemat waktu, uang, dan bahan makanan yang kita punya. seperti memangkas bahan makanan, memangkas waktu perjalanan, sehingga dalam prosesnya, misalkan masakan dapat kita selesaikan dalam waktu 2 jam, mungkin bisa satu jam saja. itu smart cooking mnurut saya.

ratnapada

smart cooking dimulai dari proses persiapan, waktu memasak, hingga proses penyajian. Dengan menggunakan bahan yang bergizi sehat, dimasak dengan cara/bumbu kreatif yang menyajikan suatu menu baru kretaif yang lezat dan begizi dengan tatanan yang bagus.
Mengolah bahan sisa yang sia-sia menjadi suatu menu baru yang unik
serta membuang limbah memasak secara tepat dan benar

Dwi putranto miryadipada

Smart cooking menurut saya adlh kemampuan menciptakan suatu masakan dr bahan2 yg biasa mjd hidangan yg luar biasa. Dr menu yg seadanya,gampang dibuat, tp dikreasikan sesuai kemampuan yg dimiliki shg menghasilkan masakan yg istmewa. .

Zakiapada

Smart Cooking menurut versi saya memasak dengan tempo waktu yang tidak bertele-tele, tidak menghabiskan bahan bakar, tidak menghabiskan banyak bahan makanan. Selain itu, smart cooking juga diartikan sebagai kecakapan dalam mengelola bahan makanan menjadi menu makanan yang bernilai gizi tinggi dan hasil masakan disukai anggota keluarga

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life