DCSIMG

How To Be Wealthy

Cara Mengelola Reputasi di Sosial Media

Oleh BrighterLife.co.id

Komentar (2)

Pernahkah pertanyaan seperti ini muncul di benak Anda?

“Sebenarnya apa manfaat dari Facebook, Twitter, dan sosial media lainnya?”

“Siapa saja teman yang harus saya add dan approve di Facebook, serta follow di Twitter dan sosial media lainnya?”

“Lalu, info seperti apa yang saya harus share? Bukankah info yang di-share akan mempengaruhi reputasi profesional saya nantinya?

“Dulu, tweet yang seringkali saya share adalah pemikiran yang ada di benak saya. Isi dari tweet itu sendiri awalnya di-share dengan maksud melawak. Namun, sayangnya seringkali disalah artikan sehingga banyak yang mengira tweet saya itu offensive. Hasilnya, beberapa orang mulai meng-unfollow akun Twitter saya” papar Chris Young, seorang solopreneur (solo-working entrepreneur) dan Social Media strategist.

“Apa yang dialami Chris, sangatlah wajar. Kini, reputasi Anda bisa ditentukan dengan melihat konten yang Anda share melalui sosial media. Teman kantor, atasan, bawahan, klien, hingga keluarga bisa saja berpikir bahwa Anda adalah seorang yang berbeda dengan yang biasa mereka temui, saat melihat isi Twitter atau Facebook Anda,” lanjut Randal Craig, social media expert dan pengarang dari buku Social Media for Business.

Lalu bagaimana cara agar reputasi Anda tetap terjaga di dalam sosial media? Menurut Craig, tentukan terlebih dahulu apa tujuan Anda bersosial media? Hiburan? Pekerjaan? Atau sekedar berkomunikasi dengan teman-teman? Lalu, karena Anda tidak tahu siapa saja yang nantinya akan melihat isi yang ada di dalamnya, maka sebaiknya mulai kenali batasan untuk share urusan pribadi dan bisnis atau pekerjaan.

“Saya setuju dengan Craig, kita memang sebaiknya punya tujuan dan mengenal batasan. Tapi, jangan sampai kita share info yang cenderung monoton. Contohnya, jika tujuan kita menggunakan sosial media sebagai media untuk berbisnis, maka berbagi info yang selalu berisikan seputar bisnis bisa jadi sebuah kesalahan besar.  Jadi, ada baiknya juga menambahkan bumbu-bumbu personal agar tidak terlalu kaku”, jelas Young.

Nyaris senada dengan Young, Craig Silva , seorang desainer grafis yang juga aktif di sosial media mengatakan bahwa memberikan detail tentang hidup Anda seperti; “Lagi dinner romantis nih sama hubby” atau “Aduh pusing pilih dasi yang mana ya?” di Twitter dan Facebook itu tidak baik karena tidak semua orang suka.

“Mereka juga akan berpikiran bahwa Anda kurang dapat mengambil keputusan tentang apa yang sebaiknya di-posting. Seharusnya sebelum men-tweet atau share uatu info, pikirkanlah dahulu dengan matang. Kontrol diri karena info yang akan di-share mewakili image Anda,” papar Craig Silva mengingatkan kembali pernyataan Randal Craig. Bagaimana? Apakah Anda sudah mendapat gambaran? Jika sudah, Silva dan Craig menyarankan untuk mulai rapikan profil sosial media milih Anda.

Untuk permulaan, mulailah memilah foto-foto yang ada di dalamnya. Jika ada foto yang seharusnya tidak diketahui publik, bos, rekan kerja, serta keluarga, maka mulailah untuk menghapusnya. Jika dibiarkan, takutnya reputasi Anda akan minus di mata mereka.Selanjutnya, rubah pengaturan privasi di semua sosial media milik Anda sesuai dengan tujuan awal Anda bersosial media. Last but not least, Young menyarankan Anda yang ingin berbisnis di sosial media untuk membuat sebuah sosial media khusus sehingga ada pemisah dengan akun sosial media milik pribadi.

Nah, sekarang Anda sudah dapat menyimpulkan sendiri bukan bahwa sosial media dapat mempengaruhi reputasi profesional Anda?

Selamat bersosialisasi di dunia maya!

Menurut pengalaman Bright Friends, apakah benar bahwa sosial media seperti Facebook dan Twitter mempengaruhi pekerjaan Anda?

Lisia Indra Saripada

Benar. Oleh karena itu kita harus pandai-pandai dan hati-hati menggunakan media sosial kita. Sesuai pepatah “Mulutmu Harimaumu”, banyak kejadian pegawai bermasalah gara-gara posting media sosial mereka. Kita harus pandai mengatur jadwal kita juga, kapan waktunya bekerja dan di luar waktu bekerja untuk bermedia sosial.

@HekmatyarOssapada

Benar karena tempat berbagi info dan teman bisa bertambah banyak, asal kita pintar mengolah media sosial tersebut dengan baik

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life