DCSIMG

How To Be Wealthy

Mengenal Prinsip Syariah di Indonesia

Oleh BrighterLife.co.id

Anda pasti sering mendengar kata syariah dalam kehidupan sehari-hari, seperti hukum syariah, ekonomi berbasis syariah, atau bahkan bank syariah. Namun, sudahkah Anda mengenal apa sebenarnya prinsip syariah tersebut?

Indonesia adalah salah satu negara dengan populasi pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Kebanyakan dari populasi tersebut pun ingin coba menjalani beragam kegiatan dengan nilai-nilai yang telah tertulis pada Alquran dan hadis, salah satunya adalah dengan menggunakan prinsip syariah. Lalu, apa sebenarnya prinsip syariah tersebut?

Syariah adalah…

Secara bahasa, syariah bermakna jalan yang lurus. Sedangkan menurut terminologi, syariah adalah peraturan-peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan pecipta-Nya lalu hubungan antar sesama manusia yang mengacu pada Alquran dan sunah. Di negara seperti Iran atau Saudi Arabia, prinsip syariah adalah dasar kehidupan bernegara yang digunakan dalam politik dan juga ekonomi.

Dalam negara-negara yang menganut sistem ekonomi syariah, konsep-konsep seperti zakat mewakili konsep tentang hidup adil dan merata bagi setiap orang. Kemudian gharar dan masyir, yang melarang semua praktik perjudian. Lalu takaful, sebuah konsep tentang rasa solidaritas antara masyarakat untuk tolong menolong jika ada kerabatnya yang mengalami musibah. Lalu, bagaimana dengan penerapan prinsip syariah di Indonesia?

13% dari 1,7 Milliar Muslim Dunia 
Menurut data dari Pew On Forum Religion & Public Life, 13% dari 1,7 milliar pemeluk agama Islam di dunia ada di Indonesia dan tersebar dari Sabang hingga Merauke.
Namun, berbeda dengan Iran, atau Saudi Arabia, meski 88,2% penduduk Indonesia adalah pemeluk agama Islam, agar tercipta kesetaraan dan kehidupan rukun antarumat beragama, maka dari awal berdiri, sistem ekonomi yang digunakan Indonesia adalah sistem ekonomi konvensional.

Bagi Anda yang sangat berpegang teguh pada sistem syariah, sistem ekonomi konvensional biasanya dirasa kurang cocok. Karenanya, Anda mungkin lebih senang berinvestasi dengan membeli emas atau berdagang, dibandingkan berinvestasi pada saham, asuransi kesehatan, atau reksa dana. Namun kini, dengan mulai direalisasikannya prinsip syariah melalui UU No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan, mungkin sudah saatnya Anda mencoba beralih ke sistem investasi secara syariah.

Ya! Sejak UU mengenai perbankan di mana prinsip syariah diresmikan, kini sudah banyak bermunculan program investasi berbasis syariah yang telah disesuaikan dengan kebutuhan. Program tersebut pun pada akhirnya menarik perhatian banyak warga Indonesia yang tadinya enggan berinvestasi karena tidak yakin terhadap sistem ekonomi konvensional untuk mulai berinvestasi.

Asas Kebersamaan dan Transparansi
Sebagai seorang muslim, selain berinvestasi agar kondisi keuangan terjamin, Anda juga pasti ingin investasi tersebut dapat menambah pahala di hari kelak. Nah, karena prinsip syariah memenuhi kedua kebutuhan tersebut pastinya Anda akan memilih sistem tersebut.

Berinvestasi dengan prinsip syariah memang berbeda dengan cara konvensional. Dengan nilai-nilai agama yang melandasinya, Anda tidak hanya berinvestasi untuk diri sendiri, masa depan atau berjaga-jaga ketika musibah menimpa, tetapi juga untuk orang lain. Dalam hal ini ada yang dinamakan dengan takaful, yang merupakan perpaduan antara rasa tanggung jawab dan persaudaraan sesama. Dengan kata lain, sebagian kecil dari dana yang Anda investasikan akan masuk ke dalam dana tabarru dan akan dipakai untuk menanggung risiko atau menolong sesama jika ada yang mengalami musibah.

Dalam prinsip syariah selain asas kebersamaan yang dikedepankan, asas keadilan juga ditegakkan. Dalam hal ini adalah sistem bagi hasil, transparansi dana, serta dilarangnya bunga (riba) karena poin penting antarpihak telah ditentukan sebelum lahirnya kesepakatan. Tidak hanya itu, pengelolaan dana investasi juga akan terlihat sangat transparan karena adanya badan yang mengawasi langsung tentang pengelolaan dana investasi tersebut atau dikenal dengan nama Dewan Pengawas Syariah.

Bright Friends, jika bisa memilih antara ekonomi berbasis syariah atau ekonomi konvensional, Anda lebih lebih memilih yang mana?

ekonomi berbasis syariah
oestam dwi karyadipada

mari kita sosialisasikan produk syariah ke masyarakat indonesia….

maulanipada

saya lebih memilih ekonomi berbasis syariah yang mana menerapkan secara tepat prinsip dasar syariah, mempunyai asas kebersamaan & transparansi dengan sistem bagi hasil.

maysiella sabrina (@siella_)pada

sebagai umat muslim dan berada di Indonesia saya lebih memilih menggunakan ekonomi berbasis syariah karena prinsip umum ekonomi syariah tidak mengenal riba dan pengelolaannya dilakukan secara jujur dan bertanggung jawab.

Lisia Indra Saripada

Ekonomi berbabis syariah.
Mengutip artikel di atas:
“Dengan nilai-nilai agama yang melandasinya, Anda tidak hanya berinvestasi untuk diri sendiri, masa depan atau berjaga-jaga ketika musibah menimpa, tetapi juga untuk orang lain. Dalam hal ini ada yang dinamakan dengan takaful, yang merupakan perpaduan antara rasa tanggung jawab dan persaudaraan sesama. Dengan kata lain, sebagian kecil dari dana yang Anda investasikan akan masuk ke dalam dana tabarru dan akan dipakai untuk menanggung risiko atau menolong sesama jika ada yang mengalami musibah.”
Kita manusia adalah makhluk sosial. Dengan ekonomi berbasis syariah, selain kita berinvestasi untuk diri sendiri, kita dapat berbagi dengan sesama, terlebih dilandaskan nilai-nilai keagamaaan dan kebaikan.

Nabila Titis Hermindinapada

Saya lebih memilih ekonomi berbasis syariah. Krn syariah berdasarkan pada Al-Quran dan Hadits jadi secara tidak langsung kita sudah menjalankan perintah ALLAH. Dengan adanya asas kebersamaan dan transparansi dalam ekonomi berbasis syariah akan menguntungkan semua pihak yg terlibat.

Zakiapada

saya akan lebih memilih ekonomi berbasis syariah. Karena sistem ekonomi ini selalu meerapkan nilai-nilai islam dalam kegiatannya.

Novia Musmindasaripada

Untuk Wilayah Indonesia saya lebih memilih ekonomi berbasis syariah, sebab di negara Indonesia Pemeluk Agama nya adalah Mayoritas Muslim. Prinsip Syariah juga sesuai dengan Kaidah-kaidah Islam dengan adanya asas kebersamaan yang dikedepankan, asas keadilan yang ditegakkan, sistem bagi hasil, transparansi dana, serta dilarangnya bunga (riba) karena poin penting antarpihak telah ditentukan sebelum lahirnya kesepakatan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa Negara Indonesia merupakan Negara yang memiliki keanekaragaman Agama, maka dari itu Ekonomi Berbasis Konvensional juga penting. Untuk itu perlu keseimbangan antara keduanya. Dan sebaiknya kita menganut kedua sistem tersebut, supaya tidak menimbulkan konflik Antar Agama.

ILHAM BUCHORIpada

Saya pasti memilih sistem ekonomi berbasis syariah. Mengingat, sistem ekonomi syariah selalu memperhatikan berbagai bentuk transaksi dalam tiap kegiatan ekonomi apakah sudah sesuai dengan hukum islam atau tidak. Sebagai contoh yaitu melarang adanya suku bunga, perniagaan barang haram, perjudian, dan hal-hal manipulatif. Dan lebih istimewanya lagi, sistem ekonomi syariah memiliki dewan pengawas yang akan selalu mengawasi segala bentuk transaksi di bidang ekonomi. Hal itu dibentuk agar terciptanya hubungan yang damai dan harmonis. Tak hanya itu, dengan adanya dewan pengawas, kegiatan ekonomi berbasis syariah akan murni dan transparan dalam setiap penerapannya.

Rio Pratamapada

sebagai penduduk negara yang didalamnya mayoritas beragama Islam, saya aan lebih memilih sistem ekonomi berbasis syariah. semantara secara Al-quran dan Hadist pada ekonomi berbasis syariah ini kita sebagai umat islam telah menjalankan perintahnya yakni menghindari adanya bunga, penjualan barang haram, serta hal-hal yang kurang transparan.

rizky fadillahpada

saya memilih ekonomi syariah karena merupakan sistem yang aman di jalankan dan terbebas dari hal-hal penyebab dosa, yaitu: Maisyir, Gharar, Riba, Dzalim, dll. banyak orang non muslim yg telah mengakui kehebatan sistem ekonomi syariah ini. contohnya pada bank syariah, bank-bank konvensional berbondong-bondong membuka bank syariah. contohnya Mandiri syariah, BRI syariah, BNI syariah, dll. dalam asuransi pun begitu, dalam pegedaian pun begitu. ini artinya sistem syariah sudah diterima di Indonesia. Brighter Life juga telah berkontribusi dalam mensosialisasikan tentang sistem syariah ini dan mudah-mudahan semakin banyak orang yang mengenal dan mengikuti sistem syariah ini. terimakasih Brighter life😀

maulanipada

saya lebih memilih ekonomi berbasis syariah yang mana menerapkan secara tepat prinsip dasar syariah, mempunyai asas kebersamaan & transparansi dengan sistem bagi hasil dan memperhatikan berbagai bentuk transaksi dalam tiap kegiatan ekonomi apakah sudah sesuai dengan hukum islam atau tidak.

domdompada

saya masih mempelajari hukum syariah sih nih😀

rakhmat santosapada

Kita dukung upaya upaya membumikan konsep syariah dalam kehidupan sehari-hari, buat teman teman entrepreneur, ayo kita mulai action di setor riil, bagaimana bengkel syariah, tukang bubur syarih, warung baso syarih, cucian mobil syariah, laundry syariah, cukur syariah, pijat syariah, sy sendiri memulai dgn membuka rumah makan bebek dan ayam syariah, buat teman teman yg mau sharing bisa sing berbagi pengalaman dgn kami

denilloopada

makasih infonya😉
baru belajar ilmu syariah

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life