DCSIMG

Inspiring Story

Bersahabat dengan Kanker

Oleh Retty Nereng,

Kehidupan itu tak pernah berhenti di satu titik… Tidak akan berhenti dan jangan berusaha untuk memberhentikannya…

Hidup itu sebenarnya sungguh indah ketika kita tahu cara memandangnya. Maka bersyukurlah setiap saat agar hidupmu menjadi lebih bermakna. Pertama bagi dirimu, kemudian bagi orang – orang disekitarmu, dan selanjutnya untuk semua orang yang belum dan akan mengenalmu.

Aku dikenal dengan nama Retty Nereng dan demikian memang aku sering dipanggil.

Aku dilahirkan di sebuah kota di Kalimantan Timur,  daerah yang jauh dari polusi udara, pada tahun 1966 di bulan Agustus. Dilahirkan , dibesarkan, sampai akhirnya menikah.

Latar belakang kehidupanku sebenarnya sangat sehat. Ayahku bekerja di Pertamina dan sudah dapat dipastikan bahwa kehidupanku selalu terjamin kesehatannya karena sistem pertanggungan kesehatan yang sangat baik.

Dan pekerjaanku sesudahnya juga memberikan uang yang cukup bagiku untuk menikmati makanan dan kehidupan yang sangat sehat.

Seharusnya dengan latar belakang yang sempurna ini, aku tidak perlu terkena suatu penyakit yang mematikan dan mengerikan.Tetapi itulah yang namanya kehidupan, semuanya serba misteri dan tak bisa ditebak dengan mudah.

Sehingga bukan harus berlari menghindari, tetapi bagaimana menyikapi kondisi itu dengan bijak.

Pada bulan April 2009 aku divonis memiliki segumpal daging yang oleh dr. Walta Gautama, SpB.Onk dikategorikan kanker payudara dengan stadium 2B.

Saat dokter menyampaikan hal itu aku berusaha tampak tegar walau sebenarnya aku mengalami rasa takut yang teramat sangat! Apa yang harus kulakukan setelah ini? Segalanya nampak kosong. Rasa takut dan dingin mulai menjalar diseluruh wajah dan tubuhku.

Ku lewati malam itu dengan kesendirianku. Rasa takut semakin membesarmenyelimuti hatiku, membuatku menangis tersedu-sedu untuk sesuatu yang tidak pernah ku temukan jawabannya hingga kini. Yang ada, aku hanya takut menghadapi ke depannya akan seperti apa.

Namun kemudian ini adalah bagian hidupku yang sangat wajar dan berguna bagi tubuh dan jiwaku untuk mengosongkan hati dan membuang segala hal negatif dalam jiwaku. Membuang rasa takut, gelisah, kekecewa, sakit, dan marah  kepada alam yang bagiku saat itu sangat tak adil.

Teringat akan nasihat dokter, jangan tanyakan “Mengapa ini terjadi padaku?“ tetapi bagaimana harus ku lewati setelah ini.

Hari-hari menjelang operasi, aku sangat memanjakan diriku, karena aku tahu setelah operasi dan hari hari menjalani kemoterapi nanti, aku takkan punya waktu yang cukup.

Bersama adik-adikku, kami ke Margo City, berbelanja dan berfoto bersama… Foto tersebut kami buat dalam bentuk pin. Itulah foto terakhirku sebelum operasi.

Malam harinya, bersama mami kami berdoa secara khusus berdoa untukku. Telepon dan SMS dari teman-teman, sangat membantuku. Perhatian mereka yang luar biasa kepadaku mengalir setiap hari. Membuatku sangat terharu. Dukungan juga datang dari seorang yang istimewa buatku, Oom Joesoef. Beliau adalah orang yang pertama kali mendengar ceritaku dan kemudian mengirimkannya kepada milis alumni sehingga banyak dukungan datang dari teman-teman alumni SMPRK Balikpapan.

Ada beberapa perasaan yang mesti ku persiapkan, yaitu perasaan anak-anakku yang ku cintai, Aden, Dimas, dan Bea. Mereka tentu sangat kuatir dan cemas terhadap kondisiku. Oom Joesoef meminta aku tidur berempat di malam terakhir sebelum aku operasi.

Aden bertanya “Apakah semua ini mesti dilewati dengan operasi ? Harusnya ibu berpikir positif, jika ibu berpikir sembuh, ibu pasti sembuh. “ Tampak sekali ia sangat mengkhawatirkan aku.

Lain lagi dengan Dimas, ia bertanya dengan polos, “ Ibu apakah operasi besok akan menyebabkan kematian?

Sambil tertawa ia menanyakan hal itu karena ia memang sangat takut dengan kematian. Pertanyaan lucu dari seseorang yang ingin menjadi dokter.

Dan aku juga baru tahu bahwa keluargaku sangat khawatir dan prihatin. Mereka cemas dan bingung.

Namun aku membawa mereka kepada diskusi. Dan pandangan ku terhadap sakitku, ternyata banyak orang di sekitarku yang tidak siap dengan sakitku ini.

19 Juni 2009, hari baruku dimulai

Pukul sepuluh pagi aku sudah mulai puasa karena pukul 16.00 aku akan dioperasi. Sore hari aku mengajak saudara-saudaraku untuk berdoa bersama. Aku sendiri yang memimpin doa tersebut.

Siang harinya aku membersihkan diriku, menyentuh setiap sudut tubuhku, terutama payudaraku, yang ku tahu bahwa segala sesuatu akan berubah sejak nanti sore.

Kunikmati mandi sore itu.

Ketika akhirnya petugas rumah sakit menyerahkan baju operasi, aku memakainya, dan siap digiring masuk kamar operasi. Masih jelas betul di ingatanku bagaimana dinginnya meja operasi. Dan, aku menggigil kedinginan. Sambil dibimbing oleh tim anestesi, aku mulai tertidur di bawah pengaruh bius. Aku selalu mengiringi seluruh proses operasiku dalam doa kepada-Nya agar tubuhku ini selalu dalam lindungan-Nya.

Lima hari kemudian, aku sudah mulai bisa menulis lagi dan masih ada rangkaian kemoterapi yang harus ku lewati.

Sungguh beruntung ketika aku teringat bahwa tahun 2007-2008 aku mengambil polis di Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) atas rekomendasi diri sendiri karena belum pernah punya polis asuransi saat itu.

Aku mendapatkan pembayaran klaim untuk penyakit kritis sekalipun seluruh tindakan sudah ditanggung penuh oleh perusahaan suamiku,

Mendapatkan dana dari Sun Life sangat membantu. Hingga hari ini sampai 5 tahun ke depan, setiap 3 bulan aku harus menyediakan dana sekitar Rp 8 juta hanya utk obat Zoladex dan infus Bondronat, belum termasuk pemeriksaan rutin setiap 3-6 bulan untuk Cancer Antigen (CA) dan Carcinoembryonic antigen (CEA), rontgen, Ultrasonografi (USG), Positron Emission Tomography (PET) scandan Magnetic resonance imaging (MRI) setahun sekali.

Uang klaim dari Sun Life, aku gunakan untuk beberapa keperluan berobat dan diinvestasikan kembali.

Hasilnya sungguh ajaib, manfaatnya luar biasa. Itu membuatku tenang karena sudah ada persiapan dana. Hal ini tentu akan meningkatkan kualitas hidupku.

Hati yang gembira adalah obatnya.

Sekarang aku melakukan hypnotherapy untuk pemulihan kesembuhan baik jiwa maupun tubuh.

Aku adalah survivor dan aku berbagi segala hal tentang kanker kepada para penderita kanker yang sama seperti diriku.

Sekarang aku mengelilingi berbagai kota di Indonesia dengan bergabung di sebuah grup kanker untuk membantu mereka yang membutuhkan dukungan dana, mental yang jatuh, dan menjaga semangat untuk terus hidup.

Setiap orang pasti akan meninggal dan aku percaya kanker hanyalah salah satu sebab kematian dari sekian banyak alasan.

Justru aku bersyukur menerima “bonus” dalam hidupku.

Aku bersahabat dengan kanker dan karena itulah aku bisa berbagi dengan Anda dan banyak orang.

Kuncinya adalah bersyukur karena dengan itu membuat Anda bisa kuat menghadapi segala hal.

(Kisah ini ditulis untuk memuliakan Allah dan membantu menguatkan mereka yang membutuhkannya)

Disadur dari www.rettynereng.blogspot.com

PERTANYAAN KUIS BRIGHTER LIFE

Menurut Bright Friends, pelajaraan berharga apakah yang dapat kita ambil dari kisah hidup Ibu Retty Nereng?

klik di sini untuk tahu cara menjawab dan mekanisme Kuis Brighter Life

Rizky Pribadipada

Ikhlas dan selalu bersyukur dalam setiap keadaan, meskipun kita dalam sakit sekalipun namun Allah tidak pernah meninggalkan kita sedetikpun.

    retty nerengpada

    Dear All, teman teman sahabat hati yang sudah memberikan komentarnya, terima kasih. Di luar sana masih sangat banyak mereka yang perlu pendampingan. Semoga dengan kisah diatas yang Anda baca, Anda dapat membagikan kepada mereka yang membutuhkan, dan bila kalian ingin sharing secara pribadi dapat mengirimkan email ke rettynereng@gmail.com, indahnya berbagi.

Yanipada

Manusia tidak pernah lepas dari risiko sakit. Dan setiap Penyakit apapun yang Kita derita akan dapat sembuh asalkan Kita ikhlas menerimanya & berusaha sekuat tenaga untuk mengobatinya. Terkadang Penyakit justru akan membantu Kita jadi lebih padai bersyukur & lebih kuat. Percayalah, Penyakit apapun yang Kita derita, tidak akan menghalangi Kita untuk tetap produktif & menjadikan diri Kita bisa bermakna untuk orang – orang di sekitar Kita…. So, Enjoy Your Life…:)

sri maryatipada

selalu bersyukur,iklhas dan tetap kuat dalam menghadapi cobaan dari allah walaupun berat.
menyadari bahwa semua manusia pasti akan kembali kepada-Nya,hanya caranya saja yang berbeda.

Iwan Tauruspada

Hadapi semua persoalan hidup dengan iklas, sabar dan senantiasa berpikir positif, karena Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi mahluknya bagaimanapun bentuknya. Sangat penting adanya proteksi diri dan keluarga apabila tiba2 tertimpa musibah yang tidak diinginkan sehingga dapat meringinkan dan mengalihkan beban yang harus ditanggung.

aslan s (@aslankds)pada

sedia payung sebelum hujan, hiduplah dengan cara sehat sebelum kamu sakit, siapkan selalu asuransi untuk melindungi dimasa depan

Afifatun Nafisahpada

Kita harus belajar untuk ikhlas dalam menghadapi masalah hidup, dan harus selalu bersabar. Selain itu kita harus menanamkan pikiran positif ketika ada masalah terberat sekalipun. Pikiran-pikiran negatif akan meracuni diri sendiri dan dapat semakin menjatuhkan kita dalam kondisi yang terpuruk. Oleh karena itu selalu positif thinking dan bersyukurlah atas anugerah kesehatan yang tak dapat dinilai dengan materi.

Rofiah El Sandriepada

berbagi adalah obat yang terbaik dari setiap penyakit. dengan berbagi pikiran positif dan energi positif, timbal balik yang diterima juga akan positif.
selamat bu Retty, anda telah menemukan obat untuk penyakit anda🙂 rasa berbagi yang anda sebar ke orang lain justru menambah kekuatan n harapan untuk tetap hidup.

Haryanti Tri Hastutipada

Kita sebagai manusia harus selalu berfikir positif trhadap apapun hal yg menimpa hidup kita, dalam hidup tdk ada kata menyerah apalagi untuk kehidupan kedepan yg lebih baik. Belajar mencintai hidup adalah yg utama, krn dg begitu kita akan bs bersyukur dg apa yg kita punyai, dan satu lg persiapan dengan segala sesuatu yg tdk dpt kita perkirakan sebelumnya adalah penting, contohnya asuransi spt yg bu neneng lakukan. Kehidupan sudah di atur Allah, kita bs saja pasrah tp akan lebih baik kalau kita mengambil hikmah dr stiap kejadian yg terjadi,. Bersahabat dg Kanker malah menjadikan kita bs berbagi dg sesama.. Cerita yg sangat bagus dan patut dijadikan cermin kehidupan kita..

F. Budi Wibowopada

Jawaban:
Hidup penuh dengan tantangan, namun selalu mempunyai semangat hidup akan membuat kita mampu bertahan dan bangkit menjadi pemenang.

@HekmatyarOssapada

tak selamanya hidup itu indah, kadang jatuh pun harus kita lalui dengan keyakinan mampu bangkit, jangan pernah putus asa serta meminta perlindungan-Nya.

Santoso Wijayapada

semangat beliau untuk tidak pantang menyerah di dalam hidup,karena setiap manusia pasti akan mengalami masa-masa yang kelam oleh karena itu kita semua harus mempersiapkan segala kebutuhan sejak dini dengan salah satunya adalah memiliki polis asuransi untuk dapat berjaga-jaga. pastinya akan ada jalan yang terang bagi setiap orang yang percaya bisa melewati hal2 buruk dan bukan malah tenggelam akan hal tersebut.🙂

Sitta Oktavianapada

Hidup memang tidak bisa ditebak, kita tidak pernah tahu rencana Tuhan kepada kita. Percaya bahwa Tuhan pasti akan memberikan rencana terbaik untuk kita adalah salah satu motivasi tersendiri. Tuhan tidak pernah memberi cobaan yang melewati batas kemampuan umatnya. Saya bisa belajar dari kehidupan ibu Retty Nereng, bersyukur atas segala keadaan yang diberikan Tuhan. Semangat ibu Retty untuk bangkit dan sembuh sungguh luar biasa. Bersyukur dengan cara berbagi semangat dan membantu dukungan dana untuk para penderita kanker yang lain adalah perbuatan yang sangat mulia🙂

Ayu Noorma Dianapada

kehidupan kedepan tdk ada yang tahu, alangkah baiknya kita pemproteksi diri dg asuransi kesehatan yang pasti akan beruguna suatu hari nanti. dan di kala sakit susah datang, hidup harus tetap disyukuri krn pasti ada hikmah dibalik semua itu

Ilham Buchoripada

Dalam hidup ini, kita harus semnagat dan pantang menyerah dalam menghadapi sebuah persoalan. Hadapilah dengan sabar.

Zakiapada

Jangan pernah mengeluh. Atasi masalah yang melanda dengan sekuat tenaga. Menangislah jk itu diperlukan. Karena dengan menangis, setidaknya bisa mengurangi beban. Syukuri apa yang ada.

Afifatun Nafisahpada

Masalah adalah teman dalam kehidupan, dan kita harus bijak dalam menghadapinya. Belajar dari pengalaman ibu Retty Nereng kita diingatkan untuk selalu bersyukur dan bersabar atas masalah yang kita hadapi seberat apapun. Walaupun kita sedang menghadapi masalah jangan sampai terpuruk ke dalam kesedihan, tetap bangkit dan meminta dukungan kepada orang-orang sekitar. Selain itu, walaupun sedang ada masalah yang mengganjal kita juga diingatkan untuk membantu dan bebagi dengan orang lain. Semangat ibu Retty Nereng memang patut kita teladani.

Ervina Setiantipada

Pelajaran yang bisa di ambil dari kisah Ibu Retty Nereng adalah bagaimana cara kita memandang hidup. Bukan bagaimana kita menjalani kehidupan yang indah tetapi bagaimana kita bisa membuat hidup kita menjadi indah..

Haryanti Tri Hastutipada

Kehidupan tidak akan pernah bisa berhenti dan hidup tdk bs mengikuti sesuai apa yang kita mau, tp justru kita yg harus mengikuti alur hidup. Jadi apapun kehidupan yg kita jalani syukurilah krn sesungguhnya di balik cobaan seberat apapun yg kita hadapi, ada setitik cahaya terang untuk kita temui, Semua akan indah pada waktunya.

Meidina Setianingrumpada

Hidup hanya sekali untuk apa dibuat susah.. Menjalani hidup dg ikhlas dan belajar menikmati itu akan lebih baik drpd kita terpaku pd satu titik yg nantinya akan membuat kehidupan kita terasa berhenti sampai di sini. Tidak ada kata MENYESAL dalam menerima satu kenyataan pahit sekalipun tp yg ada adalah kata BERUSAHA, bgmn agar kita bs bangkit dr keterpurukan dan kembali berjalan menapak kehidupan yg lebih baik lg.

Nurji Afwanpada

tak ada yg mustakhil di dunia ini jika ALLAH berkehendak,, kita hanya bisa berusaha dan ber do’a selanjutnya kita serahkan kpd ALLAH. jangan lupa untuk selalu bersyukur atas nikmat yg telah diberiNYA dan berbagi dengan sesama.

Gunawan Candrapada

Susah senang, sakit sehat, suka duka itu pasti akan dialami semua orang dalam kehidupannya dan setiap orang pasti berbeda-beda permasalahannya. Pertanyaannya adalah bagaimana kita tetap menikmati hidup ketika masalah datang dalam hidup kita. Tetap berserah penuh kepadaNYA dan tetap sukacita menjalaninnya sepahit apapun itu. Dukungan dari kluarga tercinta dan penghiburan dari teman2 sangat penting untuk memotivasi kita dalam menjalani lika liku permasalahan hidup yang ada. Dan yang terutama penghiburan dari dalam diri sendiri untuk boleh bertahan hidup. Saya sangat setuju dengan istilah HATI YANG SENANG ADALAH OBAT. So enjoy your life, apapun masalah yang kau hadapi bahkan kematian sekalipun.

Yessika Budihendratapada

Salut terhadap perjuangan dan sikap Ibu Retty ketika mengalami pencobaan. Ibu Retty berusaha bersikap positif dan menjaga hati untuk selalu gembira, karena itu adalah obat yang mujarab. Dan pada akhirnya itu terbukti dengan kesembuhan Ibu Retty. Lebih lagi Ibu Retty dapat bersyukur berterima kasih kepada Tuhan setelah pencobaan itu terlewati, bukan bersikap negatif/menyalahkan. Ibu Retty juga berbagi cerita ini untuk menguatkan dan berbagi dengan kita. Selamat, Ibu Retty.

Eduardo Hasianpada

tidak ada satu masalah pun didunia yg tidak ada jalan keluarnya, karena Tuhan tidak akan ‘memberikan’ masalah yg lebih besar dr kekuatan yg kt punya. Salut untuk Ibu Retty Nereng yg mengerti itu dan tetap berjuang dgn sepenuh hatinya

Wati Sunartipada

Kita harus percaya, bahwa semua yang terjadi pada kita itu adlah kehendak Tuhan. Walaupun mempunyai penyakit seberat dan separah apapun, jika ada keinginan untuk sembuh kita pasti bisa sembuh. Bersyukur dengan apa yg telah kita punya. Banyak orang di luar sana yg menderita penyakit yg sangat parah,kita sebagai makhluk normal seharusnya kita bersyukur🙂

Ervina Setiantipada

Pelajaran yg bs diambil

yg pertama adlh mengajarkan qt memandang hidup dr sudut pandang positif, smw org pasti mati dan benar bhw kanker hanya salah 1 dr sekian bnyk pnyebab kematian. Dg qt brpikir positif qt tdk akn trpuruk dg keadaan sepahit apapun,bkn bgmn qt lari dr keadaan itu tp bgmn qt bs mghadapi&melewati smw.

Yg kedua adl pelajaran ttg pentingnya asuransi untk jaminan qt,. Qt tdk prnah tw ap yg trjd d khdpn qt nanti krn hidup adlh misteri untk itu diperlukan kesiapan baik dr mental maupun finansial..

suhartono kasnopada

memiliki proteksi untuk diri sendiri dan keluarga sangat penting,
karena kita tidak tahu sampai kapan kita dapat hidup dan kita tidak
dapat menghindari sakit, usia tua dan kematian.
jadi kita harus mempersiapkan dana yang dibutuhkan
oleh orang yang kita kasihi.

Tatapada

Mb Retty, mamaku saat ini divonis dr. Walta Gautama kanker payudara stadium 3B dan akan menjalani operasi di RS Mitra Keluarga. Aku mau tau Mb, bagaimana kemoterapi itu, apa efeknya untuk pasien?
Aku lihat Mb Retty orang yang pernah pengalaman dengan kanker dan punya semangat hidup yang tinggi. Bisa Mb kita sharing?
E-mail aku di : waskita_star@yahoo.com
Terima kasih.
Tuhan memberkati….

Tike adipada

Saya surviver kanker ca mama sdh metastesis ke tulang hampir 5 th saya jalani. Hrs sabar menjalankan pengobatan dan ikhlas

Tambahkan komentar baru:

Catatan: Mohon pastikan membacakebijakan berkomentar dan syarat dan ketentuan untuk situs ini. Kami berhak untuk menghapus komentar yang melanggar kebijakan kami. Nama yang Anda berikan akan muncul setelah komentar Anda. Terima kasih!

Alamat email Anda tidak akan dimunculkan. Kolom yang dibutuhkan mempunyai tanda*

Memberikan Respons

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Terhubung dengan Brighter Life